Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Pabrikan Handphone China Bakal Digerus India

×

Pabrikan Handphone China Bakal Digerus India

Sebarkan artikel ini
Ilutrasi pabrik handphone di India. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Dominasi teknologi China perlahan mulai ditinggal. Posisi negeri Tiongkok sebagai pusat produksi perangkat elektronik canggih, mulai dari handphone (HP) sampai laptop, perlahan mulai goyah.

Hubungan geopolitik antara Amerika Serikat dan China membuat raksasa smartphone global mulai bergerak meninggalkan China sebagai pusat manufaktur.

HALAL BERKAH

Memanasnya hubungan itu membawa ancaman terkait tarif tinggi untuk produk-produk impor dari negara kekuasaan Xi Jinping.

Membaca peluang ini, India bergerak cepat menarik minat para vendor smartphone global untuk memproduksi perangkat di negaranya.

Hal ini sejalan dengan agenda Perdana Menteri India Narendra Modi untuk menggenjot manufaktur domestik.

Dikutip dari Reuters, Jumat (13/3/2026) India menargetkan ekspansi manufaktur perangkat elektronik mencapai USD 500 miliar pada 2030 mendatang.

Baca Juga:  Beijing Gelar Operasi Militer, Taiwan Batalkan Ribuan Penerbangan dan Nyalakan Siaga Perang

Di India nilai produksi smartphone disana telah melampaui USD 60 miliar pada tahun fiskal 2024-2025. Angka itu lompat 28 kali lipat dibanding dekade sebelumnya, menurut data pemerintah.

Lebih lanjut, ekspor smartphone untuk periode yang sama melonjak mendekati USD 21,7 miliar atau naik 127 kali lipat dari dekade sebelumnya. HP merupakan produk ekspor terbesar India sepanjang 2025.

Berdasar fakta-fakta inilah, rasanya India bisa disematkan sebagai ‘raja’ HP baru yang akan menggantikan posisi China.

Apple merupakan salah satu raja HP yang paling kencang memindahkan fasilitas produksi iPhone dari China ke India.

Dalam laporan Bloomberg beberapa saat lalu menuliskan 55 juta iPhone diproduksi di India sepanjang 2025. Angka tersebut naik sekitar 53% dari tahun sebelumnya yang ‘hanya’ 36 juta unit iPhone.

Baca Juga:  Gus Yahya Tegaskan PBNU Tak Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji yang Menyeret Eks Menteri Agama

Banyaknya produksi iPhone di India sudah setara dengan kurang lebih seperempat produksi iPhone global.

Masih dalam laporan Bloomberg, produksi total iPhone setiap tahunnya berkisar 220-230 juta unit.

New Delhi sedang mempertimbangkan hal itu dengan mengaitkan insentif baru dengan ekspor, demi mendorong produksi yang lebih kompetitif secara global, kata seorang pejabat India.

Kemungkinan besar insentif tersebut akan mencakup investasi mulai April tahun ini, tambah pejabat itu.

Sebelumnya, para taipan industri smartphone seperti Apple dan Samsung mengandalkan skema insentif India untuk produksi nasional.

Yaitu, dengan mengadakan program senilai hampir USD 21 miliar yang dirancang untuk menyaingi kekuatan pabrik China. Namun, program insentif itu berakhir bulan ini dan rencananya akan diperbarui.

Baca Juga:  Apple Stop Produksi iPhone dan Ipad, Produk Lama Ditarik

Program insentif itu akan sangat membantu Apple memproduksi model iPhone termahal dan terbaru di India, setelah sebelumnya hanya memproduksi model-model yang lebih murah. Tarif tinggi Trump terhadap China juga mendorong beberapa pergeseran produksi.

Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India telah mengadakan konsultasi dengan industri mengenai perancangan skema insentif baru, kata seorang eksekutif industri yang mengetahui pembicaraan tersebut. (*)

TEMANISHA.COM