Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Nusa Kambangan Berhasil Menjadi Pilot Project Ketahanan Pangan

×

Nusa Kambangan Berhasil Menjadi Pilot Project Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Pulau Nusa Kambangan. (Foto: Dok. Hola Indonesia)
toplegal

TOPMEDIA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/ Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudy mengatakan, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) layak disebut model pembangunan ketahanan pangan.

Rachmat mengibaratkan Pulau Nusakambangan sebagai miniatur Indonesia yang diimpikan.

HALAL BERKAH

“Saya pernah ke Nusakambangan tahun 1980-1985-an, begitu ya. Keliling Nusakambangan lihat hutan bakau. Tapi, saya tidak menduga ketika saya harus mendampingi Pak Menteri Imigrasi, Kawasan Nusakambangan itu jadi model,” ucap Rachmat saat memberikan pembekalan kepada sekitar 1.000 Babinsa, Bhabinkamtibmas dan kelompok tani di Pendopo Bupati Blora, Jateng, Sabtu (29/11/2025).

Pulau Nusa Kambangan bukan sekadar pulau penjara, kesan Rachmat yang menyampaikan di Pulau Nusakambangan tampak jelas pembangunan pertanian, perkebunan, perikanan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga pembangunan pemanfaatan limbah.

Baca Juga:  Hindari Krisis Pangan, Pemerintah Imbau Stop Alih Fungsi Lahan

“Bukan hanya model bagi warga yang harus dimasyarakatkan. Tapi model pembangunan pertanian, pembangunan perkebunan, pembangunan perikanan, pengembangan peternakan. Yang seolah-olah itulah seharusnya miniatur Indonesia kalau kita inginkan,” jelas dia.

Hilirisasi pertanian adalah hal yang sangat mudah diwujudkan. “Bagaimana hilirisasi yang berkali-kali didengungkan oleh bapak presiden. Hilirisasi yang paling mudah itu ya di pertanian,” ujar Rachmat.

Rachmat mengaku heran dengan Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, yang dinilai bisa menggagas dan mewujudkan pembangunan ketahanan pangan.

Salah satu komoditas tambak yang teringat oleh Rachmat adalah ikan sidat, bahan dasar unagi yang bernilai ekonomi tinggi.

“Bagaimana Bapak dari kepolisian kok bisa (mewujudkan pembangunan Ketahanan Pangan). Mengembangkan Unagi dari bibit, besar, sampai jadi unagi yang luar biasa enaknya. Dan seharusnya itu mahalnya juga luar biasa,” ungkap Rachmat.

Baca Juga:  Pemerintah Targetkan Cetak Sawah 625 Ribu Hektare, Fokus Perkuat Lumbung Pangan Nasional

Semua orang bisa memiliki semangat dan mewujudkan pembangunan ketahanan pangan. Dia pun merasakan tertular semangat pembangunan ketahanan pangan usai berkunjung ke Nusakambangan.

“Kalau saja Pak Menteri Imigrasi bisa, siapapun harusnya bisa. Saya yakin Bapak Menteri tidak punya pengetahuan dasar untuk itu. Saya yakin. Itu yang terus terang membuat, saya tuh selalu bersemangat kalau bertemu dengan dia,” tutur Rachmat.

Seperti diketahui, Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menjadikan Pulau Nusakambangan sebagai pilot project kemandirian dan ketahanan pangan bagi seluruh jajaran Lembaga permasyarakatan.

Sejumlah lahan tidur diubah menjadi ladang jagung, sawah, peternakan, kolam-kolam ikan, balai latihan kerja konveksi, pelintingan rokok hingga workshop material paving dan batako berbahan dasar limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA)

Baca Juga:  Satpol PP Surabaya, Bea Cukai, dan Polrestabes Gencarkan Operasi Gabungan Rokok Ilegal

Kemudian, narapidana yang tertarik mengikuti program pelatihan tak hanya mendapat ilmu, tetapi juga premi dari tiap hasil panen.

Premi tersebut dikirimkan via rekening bank sebagai modal usaha mereka setelah menyelesaikan masa pidana di Nusakambangan. (*)

TEMANISHA.COM