TOPMEDIA – Industri multifinance mencatat kinerja positif pada awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran pembiayaan baru pada Januari 2026 mencapai Rp 78,16 triliun, dengan segmen multiguna mendominasi porsi sebesar 47,47 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, menjelaskan bahwa pembiayaan multiguna secara nominal mencapai Rp 37,10 triliun.
Sementara itu, pembiayaan investasi tercatat Rp 18,72 triliun dan pembiayaan modal kerja Rp 17,04 triliun.
“Meski multiguna mendominasi, kami melihat segmen modal kerja tetap menjadi penopang pertumbuhan multifinance tahun ini, seiring kebutuhan masyarakat dalam pengadaan barang atau jasa serta ekspansi usaha,” ujarnya dalam RDK OJK Februari 2026, Senin (16/3/2026).
Menariknya, Papua Selatan menjadi wilayah dengan pertumbuhan pembiayaan tertinggi. Pada Januari 2026, nilai pembiayaan di provinsi tersebut mencapai Rp 484,69 miliar, tumbuh 116,09 persen secara tahunan.
Agusman menyebut lonjakan ini didorong oleh peningkatan pembiayaan alat berat yang mendukung aktivitas ekonomi lokal.
OJK menilai proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance sebesar 6–8 persen sepanjang 2026 masih realistis.
Untuk mencapainya, perusahaan pembiayaan diminta mengoptimalkan potensi sektor dan wilayah prospektif. “Tentunya juga dengan tetap menjaga kualitas aset dan manajemen risiko,” tegas Agusman. (*)



















