Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Monica Lewinsky Bangun Podcast untuk Wanita yang Pernah Alami Sepertinya

×

Monica Lewinsky Bangun Podcast untuk Wanita yang Pernah Alami Sepertinya

Sebarkan artikel ini
Monica Lewinsky bersaksi tentang skandal di White House yang mengguncang karir politik Presiden Bill Clinton. (Foto: Wikipedia)
toplegal

TOPMEDIA – 30 tahun berlalu. Kisah skandal menghebohkan dunia di White House antara Presiden Bill Clinton dengan staf magang Gedung Putih, Monica Lewinsky, terjadi. Kini, wanita yang sudah 52 tahun itu kembali mengungkap sisi gelap dari momen yang sempat menghebohkan panggung politik di tahun 1998 itu.

Sampai saat ini, Monica mengaku bahwa dia menanggung rasa malu yang mendalam. Diakuinya, skandal tersebut telah menyisakan trauma karena hujatan publik.

HALAL BERKAH

“Rasa malu itu menyiksa hidup, rasanya tidak tertahankan,” kenang Monica dalam wawancara dengan The Times of London, baru baru ini.

Saat itu Monica masih sangat muda, 22 tahun. Monica mengaku bahwa dia yang percaya diri dan sedang jatuh cinta. Meski hubungan gelap itu bersifat sukarela, perspektifnya kini telah berubah.

Baca Juga:  Tak Punya Uang Tiket Pesawat, Putra Presiden Kolombia Mangkir Sidang Korupsi

Dengan kedewasaan dan proses penyembuhan diri, wanita yang kini menjadi aktivis itu mendefinisikan ulang hubungan terlarang tersebut. Monica mengaku sebagai korban kekuasaan.

“Itu tidak berarti saya tidak membuat kesalahan, tidak membuat pilihan yang salah, bahwa perilaku saya tidak menyakiti orang lain. Tetapi di intinya, itu adalah penyalahgunaan kekuasaan yang sangat besar,” akunya.

Jarak usia yang signifikan, posisi Clinton sebagai orang paling berkuasa di dunia, dan dinamika yang timbul menciptakan ketimpangan yang tak terbantahkan.

Monica mengakui bahwa masuk ke dalam hubungan terlarang tersebut adalah tanggung jawabnya sendiri, namun juga menekankan bahwa struktur kekuasaan yang timpang itu menjadi akar persoalan.

Momen yang benar-benar melukai Monica adalah saat Clinton menyangkalnya di hadapan publik.

Baca Juga:  Donald Trump Gelar Turnamen UFC McGregor vs Chandler di Gedung Putih Rayakan Ultahnya ke-80

“Saya tidak berhubungan seks dengan wanita itu,” pernyataan Clinton kala itu.

Itu menjadi momen Monica dihadapkan dengan realita meyakitkan, di mana semua mata tertuju padanya dengan tatapan kebencian. Setelah tahun-tahun yang penuh pergulatan, Monica Lewinsky kini memilih untuk mengambil kendali.

Kini Monica bukan lagi sebagai objek berita, tetapi ia menjadi pencerita. Langkah besarnya adalah dengan menjadi produser untuk serial FX ‘Impeachment: American Crime Story,’ yang menceritakan ulang skandal tersebut dari sudut pandang yang lebih empatik terhadap para wanita yang terlibat.

Monica kini melangkah lebih jauh dengan meluncurkan podcast ‘Reclaiming with Monica Lewinsky.’

Ia tidak hanya berbagi kisahnya, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana manusia pada umumnya bisa pulih, bangkit, membangun kembali, dan menemukan diri mereka lagi setelah mengalami momen-momen pahit.

Baca Juga:  David Beckham Resmi Bergelar Sir: Perjalanan Panjang dari East London ke Istana Windsor

Penampilannya di podcast ‘Call Her Daddy,’ Monica berefleksi tentang bagaimana seharusnya skandal itu ditangani. Menurutnya, respon Clinton hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

“Respons paling etis akan adalah dia mengundurkan diri. Atau setidaknya, menghadapi situasi tanpa penipuan atau melemparkan kesalahan pada seseorang yang jauh lebih muda dan jauh kurang berkuasa,” paparnya. (*)

TEMANISHA.COM