Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

Mitos Apel Newton: Fakta Sebenarnya di Balik Lahirnya Hukum Gravitasi

×

Mitos Apel Newton: Fakta Sebenarnya di Balik Lahirnya Hukum Gravitasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Teori Newton.freepik.
toplegal

TOPMEDIA-Kisah apel yang jatuh dan mengenai kepala Isaac Newton sebenarnya lebih tepat disebut sebagai mitos yang dilebih-lebihkan.

Dalam berbagai catatan sejarah maupun tulisan yang membahas peristiwa itu, tidak pernah disebutkan bahwa apel tersebut benar-benar menimpa kepalanya.

HALAL BERKAH

Versi yang lebih kredibel menyebut Newton hanya melihat sebuah apel jatuh dari pohon kemungkinan saat ia duduk di halaman rumah atau taman.

Dinukil dari @sejarahvisual, pengamatan sederhana itu memunculkan pertanyaan besar dalam pikirannya: mengapa apel selalu jatuh lurus ke bawah menuju tanah dan tidak bergerak ke arah lain? Pada periode tersebut, sekitar tahun 1665–1666, Newton sedang berada dalam masa isolasi akibat wabah penyakit.

Baca Juga:  Anggaran Pendidikan 2026 Capai Rp 757 Triliun, Ini Rinciannya

Waktu senggang itulah yang digunakannya untuk merenungkan berbagai fenomena alam.

Dari apel yang jatuh, Newton mulai memperluas pemikiran ke skala yang lebih luas.

Ia membayangkan bahwa jika Bumi dapat menarik apel ke permukaannya, bukankah gaya serupa juga dapat memengaruhi Bulan hingga tetap berada pada orbitnya? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi dasar munculnya dugaan bahwa seluruh benda di alam semesta saling menarik satu sama lain.

Rangkaian pemikiran panjang tersebut akhirnya melahirkan Hukum Gravitasi Universal, yang kemudian dituangkan dalam karya monumental Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica pada tahun 1687.

Di dalamnya dijelaskan bahwa gravitasi adalah gaya tarik-menarik antara dua benda bermassa, dan besarnya dipengaruhi oleh massa serta jarak antar keduanya.

Baca Juga:  Tiga Ilmuwan dari Jepang dan AS Raih Hadiah Nobel Kesehatan 2025 Berkat Penemuan Sel Imun

Hukum ini menjadi salah satu pilar utama fisika modern karena mampu menjelaskan gerak planet, satelit alami, dan benda-benda di Bumi dengan prinsip yang sama.

Pada akhirnya, kisah apel Newton menjadi simbol bahwa pengamatan sederhana yang dipadukan dengan rasa ingin tahu mendalam dapat melahirkan teori besar yang mengubah dunia. (*)

TEMANISHA.COM