Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Meski Super Flu Nihil di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Minta Warga Tetap Waspada

×

Meski Super Flu Nihil di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Minta Warga Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
Walikota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi penyebaran virus baru yang dijuluki super flu. Meski hingga saat ini Kota Pahlawan masih dinyatakan nihil kasus, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memilih melakukan langkah preventif.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, deteksi dini menjadi harga mati, terutama bagi warga yang baru saja melakukan mobilitas tinggi. Pintu-pintu masuk ke Surabaya, khususnya untuk pelaku perjalanan luar negeri, kini dijaga ketat dengan prosedur skrining suhu tubuh.

HALAL BERKAH

“Hingga detik ini belum ada laporan resmi (kasus). Namun, kami meminta warga yang habis liburan, baik dari tempat hiburan lokal maupun luar negeri, untuk sadar diri memantau kondisi kesehatannya,” kata Cak Eri, sapaannya.

Baca Juga:  Disperinaker Surabaya Tegas: Perusahaan Wajib Daftarkan Karyawan ke BPJS

Eri menekankan bahwa peran aktif masyarakat adalah kunci. Jika muncul gejala seperti demam, batuk, atau nyeri tenggorokan yang tak kunjung reda, warga diminta tidak menunda untuk datang ke fasilitas kesehatan.

“Jangan menunggu parah. Kalau merasa kurang sehat, segera lapor ke puskesmas atau RS terdekat agar bisa langsung ditindaklanjuti,” tegas mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut.

Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, memastikan seluruh puskesmas dan rumah sakit di Surabaya kini dalam posisi “siaga satu”. Sistem surveilans kesehatan diperketat untuk memantau tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara harian.

Deteksi dini dengan mesin skrining suhu tubuh yang ada di Bandara Internasional Juanda. (Foto: Istimewa)”Kami sudah instruksikan seluruh fasyankes untuk melapor dalam waktu kurang dari 24 jam jika menemukan pasien dengan gejala flu berat yang tidak biasa,” jelas Nanik.

Baca Juga:  Tahun Depan, Anggaran Makan Bergizi Gratis Naik Menjadi Rp 335 Triliun

Ia mengatakan, istilah super flu memang masih terdengar awam di telinga masyarakat. Namun, Nanik meluruskan bahwa secara medis, itu bukanlah istilah resmi. Sebutan tersebut merujuk pada kondisi influenza atau ISPA dengan gejala yang lebih berat atau penyebaran yang lebih masif dari biasanya.

Gejala yang wajib diwaspadai dari virus baru ini antara lain demam tinggi yang mendadak, batuk dan pilek berat, nyeri otot dan kelelahan ekstrem, serta sakit kepala dan tenggorokan.

Nanik mengungkap, berdasarkan data di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, hingga akhir Desember 2025, terdapat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Meski kondisinya disebut masih terkendali, Pemkot Surabaya tidak ingin kecolongan.

Baca Juga:  Surabaya Holiday Super Sale 2025 Hadirkan Tiket Wisata Rp500 via QRIS Bank Jatim

“Tetap terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), gunakan masker di kerumunan, dan jaga imun tubuh. Itu perlindungan paling sederhana tapi paling efektif,” pungkas Nanik. (*)

TEMANISHA.COM