TOPMEDIA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengenang almarhum Duta Besar RI untuk Filipina, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, sebagai sosok teladan yang menunjukkan dedikasi penuh terhadap tugas negara sampai akhir hidupnya. Menurutnya, pengabdian almarhum layak dijadikan contoh bagi semua pihak.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam sambutannya pada upacara penghormatan terakhir yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin. Dalam kesempatan itu, Menlu menyoroti peran penting Agus Widjojo selama menjabat sebagai duta besar, khususnya dalam menjaga dan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina.
Sugiono mengungkapkan bahwa meskipun kondisi kesehatan Agus sempat menurun dalam beberapa waktu terakhir, semangat dan tanggung jawabnya terhadap amanah negara tidak pernah surut.
“Dalam kondisi kesehatan yang menurun beberapa waktu belakangan, beliau terus menunjukkan dedikasi dan semangatnya yang pantang menyerah untuk menjalankan tugas dan amanah yang diberikan,” ujar Sugiono.
Ia menegaskan bahwa kepergian Dubes Agus merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Almarhum dikenal sebagai perwira dan diplomat yang konsisten, tangguh, serta sepenuhnya mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan negara.
Selain profesional, Sugiono juga menggambarkan Agus Widjojo sebagai pribadi yang hangat dan mudah bergaul. Selama bertugas di Kedutaan Besar RI di Manila, almarhum dikenal dekat dengan berbagai kalangan, mulai dari sesama diplomat, mitra dari Filipina, hingga masyarakat diaspora Indonesia.
“Karena itu, kehilangan ini terasa begitu besar bagi kami, warga Kementerian Luar Negeri RI, dan juga umumnya bagi masyarakat Indonesia yang selama ini ‘disentuh’ dan berinteraksi dengan beliau,” kata Sugiono.
Menlu RI pun menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya atas jasa dan pengabdian almarhum. Ia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan nilai-nilai pengabdian yang telah ditunjukkan Agus Widjojo sepanjang hidupnya.
Duta Besar RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo wafat pada usia 78 tahun di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Minggu malam (8/2) pukul 20.15 WIB.
Kementerian Luar Negeri RI menggelar upacara penghormatan dengan peti jenazah yang diselimuti Bendera Merah Putih dan ditempatkan di Ruang Bendera Gedung Pancasila. Setelah itu, jenazah diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer, dengan Menteri Luar Negeri RI bertindak sebagai inspektur upacara.
Sebelum dipercaya menjadi duta besar, Agus Widjojo menempuh pengabdian panjang di TNI Angkatan Darat. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi TNI/Polri pada periode 2001–2003, serta menjadi Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional RI pada 2016–2022.
Agus Widjojo merupakan lulusan AKABRI tahun 1970 dan satu angkatan dengan dua mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Subagyo Hadi Siswoyo dan Tyasno Sudarto. Ia juga dikenal sebagai putra dari Pahlawan Revolusi Mayjen TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, yang gugur dalam peristiwa G30S. (*)



















