Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

Menjelang Ramadan, Tren Permintaan Produk UMKM Didominasi Makanan dan Minuman

×

Menjelang Ramadan, Tren Permintaan Produk UMKM Didominasi Makanan dan Minuman

Sebarkan artikel ini
Penjual takjil saat bulan Ramadan. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Tren permintaan produk UMKM di Indonesia saat perayaan Imlek dan menjelang Ramadan menunjukkan dominasi sektor makanan dan minuman.

Ketua Asosiasi Industri Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Indonesia (Akumandiri), Hermawati Setyorinny, menyebutkan bahwa produk kuliner menjadi pilihan utama konsumen karena faktor langganan dan kualitas rasa.

HALAL BERKAH

Hermawati menjelaskan bahwa lonjakan permintaan lebih banyak dipicu oleh Imlek, sementara Ramadhan belum menunjukkan dampak signifikan.

“Kalau makanan-minuman itu yang paling besar. Konsumen biasanya langganan, kalau enak pasti balik lagi. Jadi permintaan naik signifikan karena dibeli untuk kebutuhan Imlek sekaligus Ramadan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

“Hotel penuh karena Imlek, bukan karena Ramadan. Jadi penjualan ramai itu bukan karena Ramadan, tapi Imlek,” imbuhnya.

Baca Juga:  Realisasi Investasi Surabaya Tembus Rp31 Triliun, Kota Pahlawan Jadi Magnet Investor

Sementara itu, sektor pakaian belum mengalami peningkatan permintaan yang berarti. Menurut Hermawati, tingginya biaya produksi membuat produk konveksi UMKM sulit bersaing dari sisi harga.

Banyak pelaku usaha akhirnya memilih menjadi reseller produk impor yang lebih murah dan mudah dijual melalui e-commerce.

“Kondisi biaya produksi yang tinggi membuat produk UMKM cenderung lebih mahal dibandingkan barang kiloan di pasar. Ini menjadi tantangan besar bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Hermawati menekankan bahwa UMKM dituntut berinovasi dan kreatif dalam memasarkan produk agar tetap mampu menjaga daya beli masyarakat.  Pemanfaatan marketplace dan media sosial menjadi strategi penting untuk memperluas pasar.

Marketplace itu berdampak besar, apalagi kalau ikut promo. Barang bisa masuk etalase pertama, itu peluang besar untuk UMKM,” katanya.

Baca Juga:  Sertifikasi Halal UMKM Masih Rendah, Ini Penyebab dan Tantangan yang Dihadapi Pelaku Usaha

Hermawati menegaskan bahwa momentum hari besar tetap menjadi penopang utama perputaran ekonomi UMKM.

“Hari-hari spesial seperti Imlek, Ramadhan, dan Lebaran sangat berpengaruh. Kalau tidak ada momen itu, permintaan biasanya biasa saja,” ujarnya. (*)

TEMANISHA.COM