TOPMEDIA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini atau Idul Fitri 1447 H. Prediksi itu berdasarkan hasil survei nasional dengan potensi kenaikan jumlah pemudik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
“Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini. Namun, kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” kata Dudy usai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/12/2026).
Untuk mengantisipasi arus pemudik ini, Dudi mengatakan Kemenhub akan mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Pihaknya akan membuka operasional Posko Angkutan Lebaran pada 13–29 Maret 2026.
Ia menambahkan, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan agar perjalanan pemudik berjalan lancar dan aman. Antara lain dengan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas kecuali angkutan bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lain sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.
Selain itu, pihaknya bersama Korlantas Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat.
Terkait perayaan Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, Dudy mengatakan penyeberangan menuju Pulau Bali akan dihentikan sementara dan disiapkan sistem penundaan (delaying system) serta zona penyangga (buffer zone).
Terkait hal ini, pihaknya akan menginformasikan kepada masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan penyeberangan di Bali agar mereka bisa mengatur jadwal perjalanan.
Selain itu yang telah disepakati bersama Kemendagri dan Kementerian PAN RB, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada 16–17 Maret untuk arus mudik, dan 25–26 Maret untuk arus balik.
“Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin,” ujar dia.
Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pihaknya akan bersinergi dengan TNI dan Polri untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran di Jatim berjalan aman dan lancar.
“Kita membangun sinergi sedetail mungkin untuk memastikan angkutan Lebaran darat, laut, udara, kereta api maupun tol berjalan aman, lancar, selamat dan membahagiakan,” ucap Khofifah. (*)



















