Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

Mengenal 5 Kekurangan Fingerprint on Display yang Sering Bikin Gregetan

×

Mengenal 5 Kekurangan Fingerprint on Display yang Sering Bikin Gregetan

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Smartphone dengan teknologi fingerprint on display alias pemindai sidik jari di dalam layar memang memberikan kesan futuristik dan mewah. Rasanya keren banget kalau bisa membuka kunci HP hanya dengan menempelkan jempol di atas kaca layar yang mulus. Apalagi fitur ini membuat desain smartphone jadi tampak lebih bersih tanpa adanya lubang sensor fisik di bagian belakang atau samping.

Namun, di balik kecanggihannya yang memukau mata, teknologi ini ternyata masih menyimpan beberapa “drama” yang sering kali baru terasa setelah dipakai sehari-hari. Buat kalian yang berencana ganti HP atau sedang merasakan dilema serupa, memahami sisi lain dari fitur ini sangatlah penting agar tidak kaget saat performanya tidak sesuai ekspektasi. Yuk, simak lima kekurangan fingerprint on display yang perlu kamu ketahui berikut ini.

HALAL BERKAH

1. Kecepatan Respons yang Masih Kalah dari Sensor Fisik

Meskipun teknologi ini terus berkembang, kenyataannya sensor sidik jari di dalam layar sering kali memiliki kecepatan respons yang sedikit lebih lambat dibandingkan sensor fisik konvensional. Pada sensor fisik, jari kita bisa langsung menyentuh sensor secara presisi, sedangkan pada sistem di bawah layar, ada proses pembacaan optik atau ultrasonik yang harus menembus lapisan kaca terlebih dahulu.

Baca Juga:  Jangan Tertipu Angka mAh Pada Baterai, Ini 3 Faktor yang Bikin Baterai HP Anda Awet Seharian

Hal ini terkadang menyebabkan adanya jeda sekian milidetik yang mungkin terasa sepele, namun cukup mengganggu bagi pengguna yang terbiasa dengan kecepatan kilat sensor sidik jari di tombol power atau bagian punggung HP. Apalagi jika kondisi jari sedang sangat kering, sensor sering kali gagal memindai dalam sekali coba.

2. Kinerja Menurun Saat Terkena Sinar Matahari Kuat

Khusus untuk smartphone yang menggunakan teknologi pemindai optik (yang menggunakan cahaya), penggunaan di bawah terik matahari bisa menjadi tantangan tersendiri. Cahaya matahari yang terlalu kuat dapat mengganggu akurasi sensor saat mencoba memetakan alur sidik jari kamu.

Paparan cahaya berlebih ini sering membuat layar gagal mengenali identitas pengguna, sehingga kamu harus menutupi layar dengan tangan atau mencari tempat teduh hanya untuk membuka kunci layar. Kejadian seperti ini tentu cukup merepotkan saat kamu sedang terburu-buru melakukan aktivitas di luar ruangan.

3. Sensitif Terhadap Kebersihan Layar dan Jari

Teknologi fingerprint on display sangat menuntut kebersihan, baik pada permukaan layar maupun pada jari pemakainya. Jika layar smartphone kamu penuh dengan bekas sidik jari (smudges), minyak, atau debu yang menumpuk, akurasi pemindaian akan menurun drastis.

Baca Juga:  Laptop Ketumpahan Kopi? Jangan Langsung Dinyalakan Lakukan Tindakan Darurat Ini

Begitu juga sebaliknya, jika jari kamu basah setelah cuci tangan atau berkeringat, sensor sering kali menolak akses karena pola sidik jari tidak terbaca dengan jelas oleh optik di bawah layar. Kamu harus memastikan kedua sisi dalam keadaan bersih dan kering agar fitur ini bisa bekerja dengan maksimal tanpa perlu mengulang berkali-kali.

4. Masalah Kompatibilitas dengan Pelindung Layar

Nah, poin ini sering menjadi keluhan utama bagi banyak pengguna. Tidak semua pelindung layar (tempered glass atau screen protector) cocok dengan teknologi ini. Jika kamu menggunakan pelindung layar yang terlalu tebal atau berbahan kurang berkualitas, sinyal pemindai bisa terhambat.

Banyak pengguna terpaksa harus membeli pelindung layar khusus yang harganya lebih mahal demi menjaga fitur ini tetap berfungsi. Jika salah pilih, kamu mungkin harus merelakan fitur sidik jari tidak bisa digunakan sama sekali karena sensor tidak mampu menembus lapisan pelindung yang terlalu tebal tersebut.

Baca Juga:  5 Tips Ampuh Speaker Internal Laptop Agar Tetap Awet dan Jernih

5. Letak Sensor yang Sulit Dikenali Tanpa Melihat Layar

Kekurangan terakhir yang sering dirasakan adalah hilangnya sensasi rabaan (tactile) untuk menemukan posisi sensor. Pada sensor fisik, jari kita bisa secara intuitif menemukan posisi cekungan sensor tanpa perlu melihat HP. Namun, pada fingerprint on display, permukaannya rata sempurna dengan kaca layar.

Akibatnya, kamu sering kali harus melihat ke arah layar terlebih dahulu untuk memastikan jempol berada di titik yang tepat. Meskipun ada bantuan ikon di layar, hal ini tetap mengurangi aspek kemudahan saat ingin membuka HP secara cepat di dalam saku atau saat perhatian sedang terbagi.

Teknologi memang selalu menawarkan kemudahan, namun tidak ada salahnya jika kita tetap objektif melihat celah kekurangannya agar bisa lebih bijak dalam memilih perangkat. Jadi, setelah tahu risiko-risiko di atas, kamu tim sensor di dalam layar yang futuristik atau tetap setia dengan sensor fisik yang anti ribet?

(res)

TEMANISHA.COM