Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Mengapa Sahur Sangat Diperlukan, Berikut Penjelasannya

×

Mengapa Sahur Sangat Diperlukan, Berikut Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi makan sahur (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Masih banyak orang yang tidak melakukan sahur saat menjalankan puasa. Ternyata, secara medis ada kajian tentang hal itu. Ada hal hal yang perlu diperhatikan dalam ketentuan melakukan sahur.

Sahur tak sekadar membekali perut sebelum berpuasa seharian. Ternyata ada alasan penting di balik makan sahur yang disarankan untuk tidak dilewatkan.

HALAL BERKAH

Puasa selama Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus seharian, melainkan juga tentang bagaimana mempersiapkan tubuh agar mampu menjalani puasa dengan maksimal.

Makan sahur terkadang sebagian orang menyepelekan. Padahal makan sahur punya peran besar dalam menjaga stamina sepanjang hari.

Makan saat sahur membantu tubuh menyimpan energi, menjaga kadar gula darah, serta mencegah dehidrasi seharian tanpa makan dan minum.

Berikut 5 alasan pentingnya makan sahur dilansir dari berbagai sumber:

1. Asupan Nutrisi

Sahur sebagai sumber energi awal sebelum menjalani puasa panjang. Tubuh manusia membutuhkan ‘bekal’ untuk mampu beraktivitas tanpa asupan makanan dan minuman selama seharian penuh.

Baca Juga:  Momen Ramadan Pertama Ameena, Atta Pilih Cara Bijak Ajarkan Arti Menahan Lapar

Nutrisi yang seimbang saat sahur membantu tubuh berfungsi optimal dan mencegah rasa lelah berlebihan. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum dicerna lebih lambat sehingga menyediakan energi yang dilepas bertahap.

Kemudian protein dari telur membantu memperlambat pengosongan lambung. Tanpa sahur, tubuh memulai puasa dalam kondisi kosong sehingga cadangan energi lebih cepat habis.

2. Mengatur Kadar Gula Darah

Tubuh lemas salah satu penyebab adalah turunnya kadar gula darah secara drastis.

Komposisi nutrisi yang tepat saat sahur menjaga sistem metabolisme dapat bekerja lebih stabil dalam mengatur energi.

Karbohidrat lengkap sangat membantu menjaga gula darah tetap stabil tanpa lonjakan tajam yang cepat turun. Efek seperti tubuh yang lemas atau kantuk seharian dipengaruhi oleh kadar gula darah dalam tubuh.

Kadar gula yang terlalu rendah mengakibatkan gejala seperti pusing, gemetar, sulit konsentrasi, dan cepat lapar bisa muncul. Melalui makan sahur kondisi seperti ini akan lebih mudah dihindari.

Baca Juga:  Memasuki Ramadan, Wakil Menteri Agama Agama Minta Jangan Ada Sweeping Rumah Makan

3. Mencegah Dehidrasi

Asupan cairan menjadi sangat penting dalam tubuh. Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan haus. Asupan cairan saat sahur sangat penting untuk mengurangi risiko dehidrasi.

Kekurangan cairan dapat menyebabkan sakit kepala, tubuh terasa berat, hingga menurunnya konsentrasi.

Dengan begitu maka meminum air putih yang cukup saat sahur membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Cairan juga dapat dihasilkan dari buah-buahan yang kaya air seperti semangka dan kurma juga dapat menjadi pilihan.

Sebaliknya, konsumsi minuman berkafein berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat mempercepat kehilangan cairan melalui urin.

Makan sahur juga berfungsi untuk menjaga fokus selama berpuasa.

4. Menjaga Fokus

Jika tubuh tercukupi nutrisinya cenderung lebih stabil secara fisik dan emosional. Saat energi cukup dan kadar gula darah terjaga, seseorang lebih mudah berkonsentrasi dan tidak cepat lelah.

Ini tentu menjadi sangat penting bagi yang tetap bekerja, belajar, atau menjalankan aktivitas padat selama Ramadan. Keseimbangan nutrisi saat sahur juga membantu menjaga suasana hati tetap stabil.

Baca Juga:  Dipanasin Lagi Belum Tentu Aman, Begini Cara Tepat Simpan Nasi

Jika tanpa asupan yang seimbang rasa lapar berlebihan dapat memicu emosi yang mudah tersulut dan menurunkan produktivitas.

Salah satu makanan yang disarankan untuk menjaga fokus ialah dengan mencukupi asupan protein saat sahur.

5. Waktu Sahur yang Dianjurkan

Dalam ajaran Islam, waktu makan sahur dan berbuka puasa ada aturannya. Makan sahur dianjurkan untuk dilakukan mendekati akhir waktu atau menjelang subuh.

Sahur yang dilakukan lebih dekat dengan waktu Subuh membantu tubuh mendapatkan manfaat maksimal dari asupan makanan dan cairan.

Selain mengikuti sunnah, sahur yang mendekati imsak membuat energi lebih segar saat puasa dimulai.

Sebab, durasi tubuh berpuasa todak terlalu panjang jika dibandingkan dengan makan sahur yang lebih awal.

Kemudian, selain itu, ketika berbuka puasa juga dianjurkan untuk disegerakan agar jarak dengan waktu makan terakhir tidak tertunda lebih panjang. (*)

TEMANISHA.COM