TOPMEDIA – Persebaya bersiap meladeni tim asal Lampung, Bhayangkara Presisi Lampung FC, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Sabtu (14/2/2026) mendatang pukul 19.00 WIB. Tim kebanggaan Bonek dan Bonita ini ingin melanjutkan tren positif di depan pendukungnya.
Sebelumnya di pekan ke-20, tim berjuluk Bajul Ijo itu berhasil menggilas tuan rumah Bali United dengan skor meyakinkan 1-3, sekaligus mengukuhkan sebagai tim tak terkalahkan oleh Laskar Tridatu di musim ini.
Persebaya saat di Bali memang bermain spartan meski ‘darurat’. Ini karena sejumlah penggawa tim yang seharusnya bermain di posisinya harus diutak-atik oleh sang pelatih Bernardo Tavares, karena beberapa pemain harus diistirahatkan karena cedera dan akumulasi kartu.
Kendati demikian, Persebaya mampu keluar sebagai pemenang meski kondisi pemain saat itu banyak cedera.
Persoalan cedera dan sakit masih membayangi Persebaya. “Saat ini, kami memiliki beberapa masalah dengan pemain yang terkena diare, beberapa pemain yang terkena influenza, dan beberapa pemain lainnya cedera,” terang Tavares ditemui di latihan, Selasa (10/2/2026)
“Jadi, target pertama untuk latihan adalah mencoba melihat siapa yang tersedia atau tidak untuk pertandingan berikutnya, dan juga mencoba memperbaiki beberapa hal penting, hal-hal yang kurang baik yang kami lakukan di pertandingan terakhir, hal-hal yang menurut kami perlu ditingkatkan sebagai tim,” lanjutnya.
Sebagai pelatih profesional, Tavares dinilai mampu meramu dan meracik tim dengan komprehensif. Hal itu diikuti tren positif saat mantan pelatih PSM Makassar ini mendarat di Surabaya.
Dengan penuh kerendahan hati, Tavares tidak menganggap dirinya sebagai magician seperti yang ia ungkapkan saat di Surabaya.
“Saya tidak melakukan apa pun. Saya hanya menempatkan para pemain, dan para pemain lah yang menciptakan keajaiban. Mereka adalah senimannya. Mereka menunjukkan sikap dan semangat yang baik, bahkan mengorbankan diri di pertandingan terakhir karena banyak pemain dari tim kami tidak dalam kondisi 100 persen,” tegas Tavares.
Profesionlisme dan pantang menyerah itu yang menjadi mention Tavares. “Beberapa dari mereka sakit, beberapa cedera, dan mereka menunjukkan sikap yang baik, karena seperti yang Anda lihat.”
“Banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa dan mereka berusaha melakukan yang terbaik, dan ketika kita melihat para pemain berusaha melakukan yang terbaik, kita melihat sikap yang baik, kemungkinan kita untuk meraih kesuksesan sangat besar” paparnya.
Namun Tavares mengakui tiga legiun asing baru yang didatangkan dari Brasil memang belum sepenuhnya sesuai ekspektasi. Namun demikian, ia mengatakan bahwa mereka harus bersabar.
“Kita harus rendah hati melihat tiga pemain yang kita bawa, karena mereka belum berpengalaman di Indonesia. Beberapa dari mereka juga terlalu lama tidak bermain. Jadi, stamina mereka tidak ideal,” paparnya.
Ia menambahkan, Jefferson sudah bermain. Gustavo juga sudah mulai bermain. Namun untuk Bruno Paraiba masih cedera.
Selain itu, Persebaya juga menambah kedalaman dengan mendatangkan dua pemain lokal, terutama di posisi bek kanan yang diisi Riyan Ardiansyah. Namun, ia belum mendapat menit bermain baik saat melawan Malut United maupun Bali United.
“Rian tidak bermain di Malut, tetapi saya kenal Riyan dari PSIS Semarang yang banyak bermain di sana. Jadi, itu adalah solusi yang baik bagi kami karena kami memiliki banyak pemain muda. Bagus jika kami mendatangkan pemain berpengalaman yang bisa bermain di lebih dari satu posisi. Kami mendatangkan pemain yang lebih berpengalaman,” tutur Tavares. (*)



















