Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

Menaker Yassierli: Perusahaan Harus Bantu Pekerja Berkembang, Bukan Sekadar Memberi Pekerjaan

×

Menaker Yassierli: Perusahaan Harus Bantu Pekerja Berkembang, Bukan Sekadar Memberi Pekerjaan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRAS PEKERJA. pinterest.
toplegal

TOPMEDIA-Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa peran perusahaan tidak cukup hanya menyediakan lapangan kerja.

Dunia usaha juga diharapkan mampu menciptakan ruang bagi para pekerja untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta berkembang mengikuti dinamika dunia kerja yang semakin cepat.

HALAL BERKAH

Menurut Yassierli, pekerja tidak seharusnya berada di posisi yang sama selama bertahun-tahun tanpa adanya kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri.

Perusahaan perlu membuka peluang pelatihan, pengembangan keterampilan, serta jalur karier yang jelas agar pekerja dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian penting dari hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan.

Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap pekerja, langkah ini juga merupakan strategi jangka panjang yang dapat memperkuat daya tahan perusahaan.

“Ketika perusahaan mampu memberdayakan pekerja dan meningkatkan kapasitas mereka, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang. Pekerja akan lebih loyal dan memiliki keterikatan yang kuat terhadap tempat kerjanya,” ujar Yassierli.

Baca Juga:  Pemerintah Siapkan Rp 198 Miliar untuk Gaji 20 Ribu Fresh Graduate Magang di Perusahaan

Lebih lanjut, ia menilai pekerja yang merasa dihargai dan didukung dalam pengembangan diri cenderung memiliki semangat kerja yang lebih tinggi.

Mereka tidak sekadar menjalankan tugas, tetapi juga memiliki rasa memiliki terhadap perusahaan serta motivasi untuk memberikan kontribusi lebih besar.

Menurutnya, perusahaan juga perlu menciptakan lingkungan kerja yang membuat setiap pekerja merasa perannya penting dan bermakna.

Dengan begitu, hubungan antara pekerja dan perusahaan dapat terbangun secara lebih harmonis.

Yassierli juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah dalam hubungan industrial.

Ia menilai nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan sosial bangsa Indonesia yang dapat menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Baca Juga:  Peran Wirausaha dalam Mengurangi Kemiskinan: Mendorong Kemandirian dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

“Ada nilai yang mulai memudar dari karakter kita sebagai bangsa. Padahal, semangat gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah adalah kekuatan yang seharusnya kita hidupkan kembali,” katanya.

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, Yassierli mengaku prihatin jika masih ada pekerja yang telah bekerja selama 10 hingga 20 tahun tetapi tidak mengalami perkembangan karier maupun keterampilan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya dianggap wajar.

Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang. Oleh karena itu, perusahaan memiliki peran penting untuk membantu pekerja menemukan dan mengoptimalkan potensi tersebut.

Sebagai contoh, Yassierli mengaku mendorong para pekerja di berbagai posisi untuk mempelajari keterampilan baru, termasuk kemampuan menggunakan komputer.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Dorong Efisiensi APBD 2026 untuk Entrepreneur dan EduTech

Langkah ini dinilai penting agar pekerja mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tidak terjebak dalam satu posisi pekerjaan sepanjang kariernya.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia kerja ke depan akan dipenuhi ketidakpastian yang lebih besar.

Dalam situasi seperti itu, kemampuan beradaptasi atau agility menjadi kunci utama bagi pekerja maupun perusahaan agar tetap mampu bertahan dan berkembang.

Di akhir pernyataannya, Yassierli berharap perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, termasuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dapat menjadi contoh dalam membangun hubungan industrial yang sehat sekaligus mempersiapkan pekerja menghadapi tantangan masa depan.

Ia menegaskan bahwa perusahaan yang benar-benar memanusiakan pekerja dan memberi ruang berkembang tidak hanya menciptakan kesejahteraan bagi karyawan, tetapi juga memperkuat keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

TEMANISHA.COM