Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Megaproyek Tanggul Laut Raksasa Siap Lindungi 25 Kabupaten/Kota di Pantura Jawa

×

Megaproyek Tanggul Laut Raksasa Siap Lindungi 25 Kabupaten/Kota di Pantura Jawa

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) yang akan membentang di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa. Proyek ini dirancang menjangkau 25 kabupaten dan kota yang berada di jalur Pantai Utara (Pantura).

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, menyampaikan bahwa kebutuhan investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai US$80 miliar hingga US$100 miliar, atau setara sekitar Rp1.681 triliun dengan asumsi kurs Rp16.815 per dolar AS. Anggaran jumbo itu disiapkan untuk perlindungan jangka panjang terhadap ancaman kenaikan muka air laut dan bencana pesisir.

HALAL BERKAH

Menurut Didit, jalur tanggul akan dimulai dari wilayah Banten, mencakup Kabupaten Serang, Kota Serang, serta Kabupaten Tangerang, lalu terhubung ke DKI Jakarta.

Baca Juga:  9 Bulan Disembunyikan, Erika Carlina Akui Hamil Anak Laki-Laki

Di Jawa Barat, pembangunan akan melindungi kawasan pesisir Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, hingga wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon. Selanjutnya di Jawa Tengah, proyek ini meliputi Brebes, Kabupaten dan Kota Tegal, Pemalang, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Semarang, Demak, Jepara, Pati, sampai Kabupaten Rembang.

Sementara di Jawa Timur, tanggul akan dibangun di sepanjang pesisir Kabupaten Tuban, Lamongan, dan berakhir di Kabupaten Gresik. Daerah-daerah tersebut diprioritaskan karena dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir rob dan penurunan muka tanah.

Didit menegaskan, koordinasi lintas daerah menjadi kunci agar proyek tidak terhenti di tengah jalan. Pemerintah pusat akan melibatkan pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan dalam proses pelaksanaan di lapangan.

Baca Juga:  Viral Cacahan Uang di Bekasi, BI Bakal Telusuri dan Pastikan Pemusnahan Sesuai Prosedur

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa pembiayaan proyek Giant Sea Wall akan bersumber dari APBN maupun APBD. Ia juga menjelaskan bahwa proyek ini nantinya berada di bawah komando badan baru yang dibentuk pada era Presiden Prabowo Subianto, yakni Badan Otorita Perlindungan Pantura Jawa, sementara Kemenko IPK bertindak sebagai dewan pengarah.

Menurut AHY, pembentukan badan tersebut masih dalam tahap penyempurnaan konsep, termasuk perencanaan teknis dan skema pendanaan. Fokus utamanya adalah melindungi wilayah pesisir seperti Jakarta, Semarang, dan Demak dari ancaman banjir rob serta dampak penurunan tanah yang semakin mengkhawatirkan.

Pembangunan tanggul laut ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan kawasan Pantura Jawa dari risiko bencana yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. (*)

TEMANISHA.COM