TOPMEDIA – Maskapai penerbangan Uni Emirat Arab (UEA), Emirates, memperkirakan operasional rute penerbangan internasional akan pulih sepenuhnya dalam beberapa hari ke depan.
Pemulihan itu dilakukan seiring dengan pembukaan kembali wilayah udara di kawasan Teluk secara bertahap.
Juru bicara Emirates mengatakan bahwa maskapai menargetkan seluruh jaringan penerbangan dapat kembali beroperasi normal.
Namun, tetap dengan dengan catatan ketersediaan ruang udara dan terpenuhinya seluruh persyaratan operasional penerbangan.
“Maskapai ini memperkirakan akan kembali beroperasi 100 persen dari seluruh jaringannya dalam beberapa hari mendatang, tergantung pada ketersediaan wilayah udara dan pemenuhan semua persyaratan operasional. Keselamatan, seperti biasa, tetap menjadi prioritas utama, begitu pula kewajiban kami untuk menjaga keselamatan penumpang,” kata juru bicara Emirates dilansir dari Gulf News, Selasa (10/3/2026).
Dalam kondisi normal, Emirates melayani sekitar 140 destinasi di berbagai negara. Saat ini, maskapai masih menjalankan jadwal penerbangan yang terbatas sembari secara bertahap memulihkan layanan.
Penyesuaian dilakukan setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Iran memicu ketegangan regional dan berdampak pada lalu lintas udara.
Pada 7 Maret, Emirates memperkirakan akan mengoperasikan 106 penerbangan pulang-pergi setiap hari menuju 83 destinasi.
Jumlah ini setara hampir 60% dari total jaringan rute global maskapai tersebut. Pada Kamis lalu, Emirates mengangkut sekitar 30.000 penumpang yang berangkat dari Dubai.
Langkah ini dilakukan untuk membantu mengatasi penundaan perjalanan setelah gangguan operasional yang terjadi sebelumnya.
Emirates telah menambah kapasitas penerbangan di sejumlah rute dengan permintaan tinggi.
Sementara untuk rute ke Inggris, Emirates dijadwalkan mengoperasikan 11 penerbangan setiap hari dari lima bandara pada 7 Maret.
Tingginya frekuensi ini mencerminkan besarnya permintaan perjalanan antara Uni Emirat Arab dan Inggris.
Kemudian, tambahan penerbangan pun disiapkan untuk rute India. Emirates akan mengoperasikan 22 penerbangan harian menuju sembilan kota utama di negara tersebut.
Sementara untuk rute di Amerika Serikat, Emirates memastikan tetap melayani tujuh destinasi guna menjaga konektivitas antara AS dan Uni Emirat Arab.
Emirates telah menyatakan penumpang dengan pemesanan yang ada akan diprioritaskan untuk mendapatkan kursi yang tersedia selama proses pemulihan kapasitas berlangsung.
Maskapai turut mengimbau calon penumpang agar datang ke bandara hanya jika telah memiliki pemesanan penerbangan yang sudah dikonfirmasi.
Selain itu, Emirates juga menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di kawasan dan siap menyesuaikan operasional jika diperlukan.
Penumpang diminta untuk memeriksa pembaruan terbaru melalui situs web dan media sosial resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan.
Sejak konflik pecah tanggal 28 Februari, seiring sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab melaporkan telah mencegat sejumlah rudal dan drone.
Otoritas setempat menyatakan siap menghadapi potensi ancaman guna menjaga keamanan nasional. Di tengah situasi tersebut, bandara dan maskapai nasional seperti Emirates, Etihad, Air Arabia, dan flydubai mulai kembali mengoperasikan penerbangan secara terbatas.
Pemerintah telah mengumumkan libur musim semi lebih awal bagi sekolah dan universitas. (ton/top)



















