TOPMEDIA – Tren naturalisasi pemain yang marak di Indonesia membuat pengamat sepak bola Malaysia, Zulakbal Abdul Karim, menegaskan jika Harimau Malaya butuh banyak pemain naturalisasi baru agar menjadi tim yang kuat di Asia Tenggara.
Masalahnya, bukan karena terinspirasi Indonesia yang mampu memasuki babak keempat penyisihan Piala Dunia lalu, pernyataan Zulakbal Abdul Karim itu muncul setelah Malaysia keok 1-3 dari Vietnam di laga terakhir kualifikasi Piala Asia 2027.
Peter Cklamovski, pelatih Malaysia, menurukan tiga kombinasi pemain Harimau Malaya di turnamen tersebut. Kombinasi pemain lokal digabung dengan keturunan dan naturalisasi.
Namun, menurut pengamatan Zulakbal, Malaysia tak hanya kalah dalam segi taktis, tapi juga strategi dan kualitas pemain yang dimiliki di dalam skuad.
“Saya melihat dalam pertandingan hari Selasa (saat lawan Vietnam), kami menggunakan tiga kategori pemain lokal, keturunan, dan naturalisasi,” kata Zulakbal.
“Tetapi kami tetap tidak bisa mengalahkan Vietnam. Secara teknis, kita berada di bawah Vietnam. Secara taktis, juga di bawah,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Timnas Malaysia saat menurunkan 7 pemain naturalisasi bermasalah pernah menggasak Vietnam 4-0. Kemenangan itu diraih saat Malaysia menggunakan pemain naturalisasi “palsu.”
Oleh karenanya, Malaysia dinilai sangat membutuhkan para pemain naturalisasi baru guna memperkuat kekuatan Harimau Malaya menurut pandangan pengamat bola senior negeri Jiran itu.
Langkah ini bukan sebuah tindakan putus asa, melainkan Zulakbal menganggapnya sebagai respons sementara dalam membangun ulang kekuatan skuad. (*)



















