Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Libur Nataru, Okupansi Hotel di Jawa Timur Capai 75 Persen

×

Libur Nataru, Okupansi Hotel di Jawa Timur Capai 75 Persen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hotel di Jawa Timur. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Saat musim libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) seperti saat ini banyak orang memanfaatkannya untuk liburan di luar kota.

Selain pariwisata dan transportasi, salah satu sektor yang cuan saat moment seperti ini adalah akomodasi.

HALAL BERKAH

Hal itu terlihat dari naiknya okupansi hotel di sejumlah daerah yang menjadi jujukan wisatawan.
Tingkat hunian hotel di Jawa Timur menunjukkan tren positif selama libur Nataru. Rata-rata okupansi hotel di provinsi ini berada di kisaran 70 hingga 75 persen, dengan destinasi wisata unggulan mencatat angka lebih tinggi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, Dwi Cahyono, menyebutkan bahwa hotel di kawasan wisata sudah mencapai okupansi 85 hingga 90 persen. Sementara itu, Surabaya masih berada di angka 70 persen.

Baca Juga:  Banjir di Semarang Ganggu Perjalanan 9 Kereta Api dari dan ke Surabaya, Ini Daftarnya!

“Untuk hotel di wilayah yang memiliki destinasi wisata, okupansinya sudah mencapai 85 sampai 90 persen. Sementara untuk Surabaya masih di angka 70 persen,” ujar Dwi kepada Radar Surabaya, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan semakin masifnya mobilisasi masyarakat selama libur Nataru.

Pergerakan warga tidak hanya untuk berwisata, tetapi juga untuk pulang kampung dan bersilaturahmi dengan keluarga.

Dwi memprediksi tingkat okupansi hotel masih berpotensi terus meningkat hingga akhir libur panjang.

Hal ini seiring dengan pola masyarakat yang kini cenderung merencanakan perjalanan secara mendadak atau last minute.

“Trennya sekarang banyak tamu yang baru memesan hotel mendekati hari H, jadi kenaikan okupansi masih sangat mungkin terjadi,” jelasnya.

Baca Juga:  Coretax Resmi Berlaku 2026, DJP Imbau Wajib Pajak Segera Aktivasi Akun

Meski demikian, pelaku usaha perhotelan juga menghadapi tantangan berupa potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pengelola hotel dan restoran.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PHRI Jatim memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan guna memastikan kenyamanan dan keselamatan wisatawan.

Menjelang malam pergantian tahun, PHRI Jatim juga aktif melakukan sosialisasi aturan kepada pengelola hotel dan restoran, khususnya terkait perayaan Tahun Baru.

“Kami berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk acara-acara terkait malam tahun baru. Misalnya, pembatasan penggunaan kembang api dan aturan lainnya, itu kami komunikasikan dan sosialisasikan,” imbuh Dwi.

PHRI Jatim optimistis angka tersebut masih bisa meningkat hingga akhir libur panjang, meski tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem.

Baca Juga:  Sektor Pariwisata Menyumbang Rp 232 Triliun Devisa ke Negara

“Kami berharap tren positif ini terus berlanjut, sekaligus memastikan kenyamanan dan keselamatan wisatawan tetap terjaga,” tutup Dwi. (*)

TEMANISHA.COM