Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

Libur Nataru Dongkrak Penjualan UMKM, Pariwisata dan Kuliner Paling Cuan

×

Libur Nataru Dongkrak Penjualan UMKM, Pariwisata dan Kuliner Paling Cuan

Sebarkan artikel ini
Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025–2026 mendorong UMKM di sektor kuliner, pariwisata, ritel, dan transportasi. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 menjadi berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mobilitas masyarakat yang meningkat tajam mendorong konsumsi di berbagai sektor, dengan perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 107,5 triliun.

HALAL BERKAH

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebutkan bahwa momen Nataru selalu memberikan suntikan segar bagi perekonomian nasional.

Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo, Chandra Wahjudi, menegaskan bahwa mobilitas masyarakat yang masif menjadi motor utama penggerak konsumsi.

“Dampaknya sangat signifikan. Menurut survei Kementerian Perhubungan, tahun ini diproyeksikan sebanyak 119,5 juta orang melakukan mobilitas dengan perputaran uang sebesar Rp 107,5 triliun,” ujarnya.

Libur panjang Nataru meningkatkan permintaan barang dan jasa secara drastis. UMKM yang bergerak di sektor kuliner, pariwisata, transportasi, dan ritel menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Baca Juga:  Jumlah Kendaraan Listrik Meningkat, Transaksi SPKLU di Jawa Timur Naik 254 Persen Selama Libur Nataru

Restoran, pedagang kaki lima, hingga usaha katering mengalami lonjakan penjualan karena tingginya aktivitas wisata dan perjalanan keluarga.

Selain itu, UMKM di sektor pariwisata seperti penginapan lokal, penyedia jasa tur, dan penjual oleh-oleh juga merasakan dampak positif.

Kampanye pemerintah “Liburan di Indonesia Aja” turut mendorong masyarakat berwisata domestik, sehingga memperkuat perputaran uang di daerah.

Sektor-Sektor yang Ketiban Untung

1. Kuliner – Pedagang makanan, minuman, dan jajanan lokal mengalami peningkatan omzet karena tingginya mobilitas wisatawan.

2. Pariwisata – Homestay, hotel kecil, penyedia jasa tur, dan penjual oleh-oleh mendapat lonjakan permintaan.

3. Transportasi – Jasa angkutan lokal, rental kendaraan, hingga ojek daring meningkat drastis.

Baca Juga:  10 Produk Wirausaha Paling Diminati Pasar Ekspor

4. Ritel dan E-commerce – Pusat perbelanjaan, toko oleh-oleh, dan penjualan online melonjak berkat belanja akhir tahun.

Apindo memperkirakan perputaran uang selama libur Nataru mencapai Rp 107,5 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan mobilitas 119,5 juta orang yang melakukan perjalanan.

“UMKM harus memanfaatkan momentum Nataru untuk memperkuat jaringan usaha dan meningkatkan kualitas layanan agar dampak positif bisa berlanjut,” pungkas Chandra.

Ekonom CORE, Yusuf Rendy Manilet, menilai dampak ekonomi dari periode Nataru paling terasa pada kuartal IV-2025, meski bersifat sementara.

“Momentum Nataru memberi dorongan cukup berarti terhadap kinerja ekonomi, terutama di kuartal IV 2025, meski sifatnya tetap sementara,” jelas Yusuf.

Baca Juga:  Tingkatkan Pendapatan UMKM Batik, Pemprov Jateng Berlakukan Sarung Batik Setiap Jumat

Libur panjang Nataru 2025–2026 menjadi momentum penting bagi UMKM di Indonesia. Sektor kuliner, pariwisata, transportasi, dan ritel menikmati lonjakan permintaan, dengan perputaran uang mencapai Rp 107,5 triliun.

Meski dampaknya bersifat musiman, momen ini tetap menjadi penggerak signifikan bagi perekonomian nasional. (*)

TEMANISHA.COM