TOPMEDIA – Momentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 H diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026.
Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyebut pertumbuhan ekonomi pada periode ini bisa mencapai 5,05 persen berkat faktor musiman konsumsi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 diperkirakan sebesar 5,05 persen dipengaruhi faktor seasonal Ramadhan-Lebaran,” ujar Bhima saat dihubungi di Jakarta, Rabu (24/3/2026).
Bhima menilai, meski pertumbuhan ekonomi berpotensi melampaui proyeksi, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi.
Salah satunya adalah kecenderungan masyarakat menahan belanja tunjangan hari raya (THR) dan lebih memilih menyimpannya sebagai tabungan. Hal ini dipicu kekhawatiran akan kenaikan harga energi dan pangan pasca Lebaran.
Selain itu, arus balik masyarakat ke kota besar diperkirakan belum optimal karena keterbatasan lapangan kerja.
Biasanya, momentum Idul Fitri dimanfaatkan pencari kerja untuk merantau, namun kondisi pasar tenaga kerja yang belum sepenuhnya pulih membuat mobilitas tersebut terhambat.
“Pemerintah perlu lebih menggencarkan penciptaan lapangan kerja agar jumlah pemudik tumbuh lebih tinggi dan berkualitas,” jelas Bhima.
Bhima juga menyoroti potensi sektor pariwisata sebagai motor tambahan pertumbuhan ekonomi.
“Secara musiman mudik memberi dorongan ke sektor pariwisata, tapi ke depan perlu promosi lebih gencar lagi ke destinasi wisata baru sehingga durasi tinggalnya lebih lama,” tuturnya.
Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 di kisaran 5,5–5,6 persen (yoy), dengan dukungan percepatan belanja negara, stimulus fiskal, dan penguatan daya beli.
Sebagai bagian dari stimulus, pemerintah meluncurkan insentif transportasi mudik berupa diskon tiket kereta api 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan gratis, serta potongan harga tiket pesawat hingga 18 persen.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung mobilitas selama Lebaran. (*)



















