Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Lebaran 2026: Angka Fatalitas Turun, Namun 228 Nyawa Tetap Melayang

×

Lebaran 2026: Angka Fatalitas Turun, Namun 228 Nyawa Tetap Melayang

Sebarkan artikel ini
Kepadatan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Mudik Lebaran 2026 bukan hanya ritual tahunan pulang kampung, tetapi juga menjadi cermin besar kesiapan sistem transportasi nasional. Meski angka kecelakaan menurun dibanding tahun sebelumnya, sebanyak 228 orang tetap kehilangan nyawa di jalan raya.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyebut penurunan fatalitas sebesar 28 persen dibanding 2025 sebagai capaian positif.

HALAL BERKAH

Namun, ia menegaskan bahwa setiap angka kematian adalah alarm bagi sistem keselamatan yang belum sepenuhnya kokoh.

Selama 12 hari masa mudik, Jasa Raharja mencatat 228 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Santunan sebesar Rp 11,2 miliar telah disalurkan kepada 224 keluarga korban.

“Kami sudah memberikan santunan sampai dengan tadi malam Rp 11,2 miliar kepada 224 keluarga korban yang meninggal dunia dari 228 yang kami catat,” ujar Awaluddin.

Baca Juga:  Catat! Ini ATM Yang Sediakan Pecahan 10 dan 20 Ribu di Surabaya

Namun, ia menambahkan bahwa tak ada angka yang mampu menggantikan kehilangan. “Setiap angka adalah nyawa. Dan setiap nyawa punya cerita, keluarga, dan harapan yang terputus di jalan,” ucapnya.

Kecelakaan paling banyak melibatkan kendaraan roda dua, dengan penyebab utama berupa kelelahan berkendara, perjalanan panjang tanpa istirahat, dan kondisi kendaraan yang tidak prima.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut puncak arus balik gelombang pertama terjadi pada Selasa (24/3) malam, dengan lebih dari 2 juta kendaraan kembali masuk ke wilayah Jakarta. “Total kurang lebih 2.040.000 kendaraan sudah masuk Jakarta,” ucapnya.

Kecelakaan yang berulang setiap tahun menunjukkan bahwa mudik bukan hanya soal tradisi, tetapi soal bagaimana negara melindungi warganya saat mobilitas massal terjadi.

Baca Juga:  Evakuasi Korban Helikopter Nahas di Kalsel Dibantu Sinyal Ponsel Korban

Regulasi, pengawasan, dan kampanye keselamatan harus menjadi bagian dari strategi nasional, bukan sekadar respons tahunan. (*)

TEMANISHA.COM