TOPMEDIA – Jawa timur masih menjadi destinasi favorit tujuan wisatawan. Terbukti, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Timur sepanjang 2025 tercatat meningkat, dari sekitar 78 juta menjadi lebih dari 79 juta kunjungan.
Lonjakan ini dipicu oleh munculnya destinasi wisata baru berbasis alam dan desa wisata yang menawarkan pengalaman autentik bagi wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Evy Afianasari, menjelaskan bahwa tren pariwisata kini menunjukkan pergeseran minat wisatawan ke destinasi alternatif.
“Saat ini wisatawan semakin melirik desa wisata dan destinasi berbasis alam yang menghadirkan kearifan lokal,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Untuk wisatawan mancanegara, minat masih terpusat pada destinasi ikonik seperti Air Terjun Tumpak Sewu dan Gunung Bromo.
Namun, pada 2025 mulai muncul destinasi baru yang juga menarik perhatian turis asing. “Teras Semeru dan Taman Nasional Baluran menjadi destinasi baru yang cukup diminati wisatawan mancanegara tahun lalu,” tambahnya.
Lonjakan minat lebih signifikan terlihat pada segmen wisatawan Nusantara. Sejumlah desa wisata di Jawa Timur masuk dalam daftar tujuan favorit baru. “Untuk wisatawan domestik, Desa Wisata Mejono Ronjong di Kabupaten Kediri dan Desa Wisata Sidomulyo di Kota Batu menjadi destinasi yang banyak dikunjungi,” ungkap Evy.
Ia menilai tren ini sebagai sinyal positif bagi pengembangan desa wisata di Jawa Timur.
Selain memperluas pilihan destinasi, desa wisata juga dinilai mampu mendorong pemerataan pariwisata serta memperkuat perekonomian lokal melalui keterlibatan langsung masyarakat.
Evy menambahkan, meningkatnya ketertarikan wisatawan terhadap destinasi baru tidak lepas dari upaya Pemprov Jatim dalam memperkuat promosi, meningkatkan konektivitas transportasi, serta menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan wisata.
“Pariwisata Jawa Timur dikenal aman dan nyaman. Itu yang terus kami jaga, terutama saat puncak libur dengan pemantauan langsung di destinasi,” pungkasnya.
Desa wisata dan destinasi berbasis alam kini menjadi primadona baru, sekaligus membuka peluang pemerataan ekonomi lokal dan memperkuat daya tarik pariwisata daerah. (*)



















