Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Krisis Hormuz, NATO Gandeng 22 Negara Jaga Jalur Energi Dunia

×

Krisis Hormuz, NATO Gandeng 22 Negara Jaga Jalur Energi Dunia

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Upaya menjaga keamanan jalur energi global kini menjadi perhatian serius aliansi internasional. NATO bersama sejumlah negara mitra mulai menyusun langkah untuk memastikan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz yang sempat terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengungkapkan bahwa sejak Kamis (19/3), sebanyak 22 negara telah berkumpul guna merancang strategi pengamanan kawasan tersebut. Mayoritas peserta berasal dari negara anggota NATO, namun ada pula negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Uni Emirat Arab, dan Bahrain yang ikut terlibat.

HALAL BERKAH

Menurut Rutte, kolaborasi ini bertujuan untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz secepat mungkin. Ia menegaskan bahwa pembahasan masih berlangsung, termasuk menentukan langkah konkret yang akan diambil bersama, terutama dengan Amerika Serikat.

Baca Juga:  6.047 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air dengan Aman dan Selamat

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat menyoroti sikap NATO yang dinilai kurang aktif dalam membantu membuka jalur pelayaran tersebut. Ia bahkan menyebut kredibilitas aliansi itu mulai dipertanyakan.

Situasi di kawasan memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari, termasuk ke ibu kota Teheran. Serangan itu menimbulkan kerusakan serta korban jiwa. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Ketegangan tersebut berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk ke berbagai negara. Terhentinya lalu lintas kapal di wilayah ini pun memicu kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara. (*)

TEMANISHA.COM