TOPMEDIA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengumumkan bakal memberlakukan skema one way (satu arah) nasional mulai besok, Rabu (18/3). Langkah besar ini diambil untuk mengantisipasi arus kendaraan yang diprediksi mencapai puncaknya pada hari keenam Operasi Ketupat 2026 tersebut.
Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan, keputusan ini merupakan hasil koordinasi matang dengan Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga. Berdasarkan data teknis, tanggal 18 Maret diyakini sebagai titik nadir kepadatan arus mudik tahun ini.
“Rencananya, besok (18/3) antara pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, kita akan mulai berlakukan one way nasional arus mudik,” tegas Agus saat meninjau kesiapan di Rest Area KM 57 A Tol Jakarta-Cikampek, Senin (16/3) malam.
Meski demikian, Agus menyatakan bahwa Polri tetap mengedepankan prinsip fleksibilitas. Agus menjelaskan bahwa timnya terus memelototi infrastruktur teknologi traffic accounting.
Jika sensor kepadatan menunjukkan angka yang melampaui batas lebih cepat dari jadwal, petugas tidak akan ragu untuk menarik tuas rekayasa lalu lintas lebih awal.
“Nanti bisa saja berubah menjadi one way nasional penuh atau one way sepenggal tahap pertama, tergantung kondisi riil di lapangan. Pastinya akan segera kami umumkan secara masif,” imbuhnya.
Agus menjelaskan ada yang berbeda dalam skema tahun ini. Polri memperluas jangkauan one way tahap pertama untuk memecah penumpukan kendaraan lebih efektif.
Jika tahun lalu hanya sampai KM 188, kali ini skema satu arah akan ditarik mulai dari KM 70 hingga KM 236. Namun bagi pemudik tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur, disiapkan skenario darurat.
“Apabila parameter kepadatan masih terpenuhi dan kemacetan memanjang, skema tersebut akan langsung kita perpanjang hingga KM 414 Kalikangkung,” jelas jenderal bintang dua tersebut.
Selain one way, Korlantas juga menyiapkan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) lainnya yang bersifat dinamis, seperti contraflow di titik-titik rawan hingga one way lokal di ruas tertentu.
Untuk arus balik, sejauh ini Polri masih memantau perkembangan situasi. Agus menyebutkan bahwa keputusan terkait one way saat arus balik belum diputuskan.
“Arus balik nanti kita lihat lagi. Sampai saat ini, pantauan arus lalu lintas secara umum masih cukup terkendali. Fokus kita sekarang adalah memastikan jutaan masyarakat bisa sampai di kampung halaman dengan lancar besok,” ucapnya optimis.
Polri juga mengimbau pemudik untuk terus memperbarui informasi melalui aplikasi navigasi dan kanal resmi kepolisian. Pastikan saldo e-Toll cukup dan kondisi kendaraan prima sebelum memasuki jalur satu arah yang diprediksi akan sangat padat. (*)
Panduan Rekayasa Lalu Lintas Besok (18/3):
- Jenis Rekayasa: One Way Nasional Arus Mudik.
- Estimasi Mulai: Pukul 10.00 – 12.00 WIB (Situasional)
- Titik Awal: KM 70 Tol Jakarta-Cikampek.
- Titik Akhir Tahap I: KM 236.
- Titik Akhir Darurat: KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung)



















