TOPMEDIA – Maskapai penerbangan di berbagai negara, termasuk Indonesia, tengah melakukan perbaikan darurat pada pesawat Airbus A320 setelah produsen pesawat asal Eropa itu mengumumkan recall global terhadap 6.000 unit.
Penarikan massal ini dilakukan menyusul temuan kesalahan perangkat lunak yang memengaruhi sistem kendali pesawat.
Melansir Reuters, Minggu (30/11), maskapai di seluruh dunia bekerja sepanjang malam untuk memenuhi instruksi regulator agar perangkat lunak diperbaiki sebelum pesawat kembali melayani penumpang.
Sejumlah operator besar seperti American Airlines, Air India, Delta Airlines, dan Wizz Air Hungaria melaporkan perbaikan hampir rampung tanpa mengganggu jadwal penerbangan. CEO Airbus Guillaume Faury menyampaikan permintaan maaf atas penarikan mendadak ini.
“Saya ingin dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan maskapai penerbangan dan penumpang yang terdampak saat ini,” tulisnya di LinkedIn.
Recall ini mencakup lebih dari separuh armada global A320, yang selama ini menjadi pesaing utama Boeing 737.
Insiden yang memicu recall terjadi pada penerbangan JetBlue dari Cancun ke Newark pada 30 Oktober, ketika pesawat kehilangan ketinggian secara tidak disengaja dan menyebabkan 10 penumpang terluka. Badan Kecelakaan Penerbangan Prancis (BEA) kini tengah menyelidiki kasus tersebut.
Di Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menginstruksikan seluruh operator A320 untuk memastikan komputer Aileron Elevator Computer (ELAC) dalam kondisi laik sebelum terbang.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang telah memiliki tiket penerbangan pada tanggal 30 November sampai dengan 4 Desember 2025, agar segera melakukan konfirmasi jadwal keberangkatan pada masing-masing airline,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa.
Sebanyak enam maskapai Indonesia, Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia AirAsia, Pelita Air, dan Transnusa, mengoperasikan total 207 pesawat A320.
Dari jumlah itu, 143 unit sedang beroperasi, dengan 38 pesawat terdampak langsung oleh instruksi perbaikan. Proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu tiga hingga lima hari.
Recall 6.000 Airbus A320 menjadi salah satu penarikan terbesar dalam sejarah penerbangan komersial.
Meski menimbulkan kepanikan awal, langkah cepat maskapai global dan Indonesia diyakini mampu mencegah gangguan besar pada operasional penerbangan.
Dengan perbaikan perangkat lunak yang ditargetkan selesai dalam hitungan hari, regulator dan operator berharap kepercayaan penumpang tetap terjaga serta keselamatan penerbangan dapat dipastikan. (*)



















