Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

Kenapa Sih Website Suka Kena Serangan DDoS? Ternyata Ini Penyebabnya

×

Kenapa Sih Website Suka Kena Serangan DDoS? Ternyata Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Pernah gak kepikiran kenapa sebuah website yang kelihatannya aman-aman saja bisa mendadak tumbang? Fenomena ini biasanya disebabkan oleh serangan DDoS atau Distributed Denial of Service.

Bayangkan sebuah toko kopi kecil yang tiba-tiba didatangi ribuan orang secara bersamaan, tapi mereka cuma berdiri di depan pintu tanpa membeli apa pun. Hasilnya? Pelanggan asli yang mau beli kopi malah gak bisa masuk. Nah, kurang lebih begitulah cara kerja DDoS di dunia maya. Buat kamu yang penasaran kenapa website bisa jadi incaran, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

HALAL BERKAH

1. Persaingan Bisnis yang Tidak Sehat

Dunia digital itu kompetitif banget. Terkadang, ada pihak yang merasa iri atau ingin menjatuhkan kompetitornya dengan cara instan. Dengan meluncurkan DDoS, mereka berharap website lawan mengalami downtime yang lama. Kalau website mati, otomatis pelanggan bakal lari ke kompetitor. Ini adalah salah satu alasan paling klasik namun tetap sering terjadi sampai sekarang.

Baca Juga:  Gandeng PTN dan PTS, Beasiswa Pemuda Tangguh Dipastikan Tepat Sasaran

2. Iseng atau Sekadar “Pamer” Kemampuan

Gak jarang serangan DDoS dilakukan oleh oknum yang sebenarnya cuma pengen “tes ombak”. Mereka ingin menguji seberapa kuat pertahanan sebuah website atau sekadar ingin pamer di komunitasnya bahwa mereka berhasil melumpuhkan situs tertentu. Bagi mereka, ini dianggap sebagai tantangan atau hobi, meski dampaknya sangat merugikan bagi pemilik website.

3. Motif Aktivisme (Hacktivism)

Ada kalanya serangan DDoS dipakai sebagai bentuk protes. Jika sebuah perusahaan atau organisasi melakukan kebijakan yang dianggap kontroversial, para aktivis dunia maya sering kali melancarkan serangan ini untuk membungkam situs tersebut. Ini adalah cara mereka untuk menarik perhatian publik atau memberikan tekanan politik terhadap target yang dituju.

Baca Juga:  Waspada, 3 Aplikasi Android Ini Ternyata Disusupi Spyware Pencuri Data Pinjol

4. Pengalihan Isu untuk Pencurian Data

DDoS sering kali hanyalah “bom asap” atau pengalihan perhatian. Saat tim IT sibuk setengah mati memulihkan server yang tumbang karena serangan trafik palsu, di saat itulah pelaku diam-diam menyusup ke celah lain untuk mencuri data sensitif atau menanam malware. Jadi, DDoS adalah gerbang awal sebelum kejahatan yang lebih besar terjadi.

5. Kurangnya Sistem Keamanan yang Update

Website yang jarang diperbarui sistemnya ibarat rumah dengan pintu yang rapuh. Serangan DDoS sangat menyukai target yang tidak punya proteksi mumpuni seperti firewall yang kuat atau layanan Content Delivery Network (CDN). Tanpa perlindungan ini, server bakal gampang banget menyerah begitu dibanjiri trafik ribuan bot dalam sekejap.

Baca Juga:  5 Seri HP Terbaik yang Punya Stylus Canggih

Menjaga keamanan website memang butuh usaha ekstra, tapi jauh lebih baik daripada harus rugi waktu dan biaya karena situs mendadak lumpuh. Jadi, pastikan sistem keamananmu selalu terdepan agar tetap aman dari serbuan trafik nakal yang gak diundang.

(res)

TEMANISHA.COM