Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Kenali Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

×

Kenali Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini dalam peringatan Hari Ginjal Sedunia yang jatuh pada 12 Maret. Hal ini menjadi sorotan karena penyakit ginjal kerap tidak terdeteksi di awal dan baru disadari saat kondisi sudah cukup serius.

Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), Pringgodigdo Nugroho, menjelaskan bahwa peringatan ini rutin digelar setiap tahun dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas pasien dan organisasi kesehatan. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga fungsi ginjal.

HALAL BERKAH
Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), Pringgodigdo Nugroho.

Ia menuturkan, ginjal memiliki peran vital dalam tubuh, tidak hanya untuk menghasilkan urine. Organ ini juga berfungsi menyaring limbah metabolisme, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta mengatur berbagai sistem penting lain. Selain itu, ginjal berperan dalam produksi hormon eritropoietin untuk pembentukan sel darah merah, mengontrol tekanan darah, serta membantu aktivasi vitamin D guna menjaga kesehatan tulang.

Baca Juga:  Keluarga Siapkan Donasi Otak Bruce Willis untuk Riset Demensia, Jadi Warisan Terakhir Sang Aktor

Ketika fungsi ginjal mulai terganggu, dampaknya bisa meluas ke berbagai bagian tubuh. Ketidakseimbangan elektrolit, anemia akibat berkurangnya produksi sel darah merah, hingga gangguan tekanan darah bisa terjadi. Sayangnya, penyakit ini sering disebut sebagai “silent disease” karena pada tahap awal hampir tidak menimbulkan gejala.

Gejala biasanya baru terasa ketika kondisi sudah berkembang lebih jauh, seperti pembengkakan pada tubuh, mudah lelah, hilangnya nafsu makan, hingga mual dan muntah.

Lebih lanjut, Pringgodigdo menyebutkan beberapa faktor utama yang dapat memicu penyakit ginjal, di antaranya diabetes, hipertensi, konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan, penyalahgunaan zat berbahaya, serta adanya peradangan atau kerusakan jaringan ginjal. Risiko juga meningkat pada orang dengan riwayat keluarga serupa, usia di atas 60 tahun, dan individu dengan obesitas.

Baca Juga:  Tuntutan Nafkah Fantastis, Insanul Fahmi Minta Perhitungan Ulang Rp30 Juta per Bulan

Ia menekankan bahwa deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal semakin parah. Pemeriksaan sederhana seperti cek tekanan darah, pengukuran indeks massa tubuh, tes darah untuk melihat kadar kreatinin, serta tes urine dapat membantu menemukan gangguan sejak awal.

Pemeriksaan ini sangat dianjurkan terutama bagi kelompok berisiko tinggi, karena penanganan yang lebih cepat dapat mencegah kondisi berkembang menjadi gagal ginjal tahap akhir.

Selain itu, menjaga pola hidup sehat juga menjadi kunci utama pencegahan. Masyarakat disarankan rutin memeriksa kesehatan, menghindari asap rokok, aktif berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, serta mampu mengelola stres dengan baik.

Di akhir pernyataannya, Pringgodigdo mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal sejak dini agar risiko penyakit dapat diminimalkan. (*)

TEMANISHA.COM