Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Kemlu: Teheran Beri Sinyal Posisif, Dua Tanker Pertamina Aman Lintasi Selat Hormuz

×

Kemlu: Teheran Beri Sinyal Posisif, Dua Tanker Pertamina Aman Lintasi Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kapal tanker Pertamina. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Upaya diplomasi intensif yang dilakukan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terhadap Iran membuahkan hasil. Kemlu RI memastikan pihak Teheran telah memberikan respons positif terkait izin melintas bagi dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang sempat tertahan di Selat Hormuz.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengungkapkan bahwa koordinasi maraton terus dilakukan melalui KBRI di Teheran. Fokus utamanya adalah menjamin keamanan awak kapal dan kargo energi milik negara tersebut agar bisa segera keluar dari zona merah.

HALAL BERKAH

“Dalam perkembangannya, sudah ada tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, langkah tindak lanjut sedang dijalankan oleh pihak-pihak terkait, khususnya pada aspek teknis dan operasional,” terang Nabyl dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/3).

Baca Juga:  Kemensos Targetkan 500 Ribu Lansia dan Disabilitas Terima MBG Tahun Ini

Meski sudah diberi lampu hijau, pemerintah belum merinci jadwal pasti kapan kedua tanker raksasa itu akan benar-benar angkat jangkar dari perairan Timur Tengah yang tengah memanas. Namun, sinyal positif ini menjadi bukti posisi tawar Indonesia sebagai negara sahabat di mata Iran.

Sebelumnya, Menlu Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya memberikan pengecualian bagi kapal-kapal dari negara yang dianggap kawan, seperti China, Rusia, India, termasuk Malaysia. Di sisi lain, blokade tetap berlaku ketat bagi kapal-kapal dari Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara yang dikategorikan sebagai agresor.

Di Jakarta, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa tertahannya dua tanker tersebut tidak sampai mengguncang ketahanan energi nasional. Pemerintah telah bergerak cepat mengamankan pasokan alternatif dari negara lain untuk menambal potensi keterlambatan distribusi.

Baca Juga:  Fenomena Langka! Besok Ada Gerhana Bulan Total, Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia

Berdasarkan data pelacak maritim MarineTraffic, kondisi di Selat Hormuz memang sedang terkunci. Pada periode 20-22 Maret saja, tercatat sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak bebas akibat eskalasi geopolitik di wilayah tersebut. (*)

TEMANISHA.COM