Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Kementerian Pendidikan Didorong Lakukan Investigasi Terkait Bocah Akhiri Hidup di NTT

×

Kementerian Pendidikan Didorong Lakukan Investigasi Terkait Bocah Akhiri Hidup di NTT

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPR Cucu Ahmad Syamsurizal. (Foto: Wikipedia)
toplegal

TOPMEDIA– Kisah tragis bocah 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) memantik ragam reaksi penyelenggara negara. Bocah SD tersebut diketahui mengakhiri hidup lantaran ibunya tak mampu membelikannya buku dan bolpoin seharga Rp 10 ribu. Sebelum mengakhiri hidup, bocah tersebut juga meninggalkan surat untuk ibunya.

Wakil Ketua DPR Cucu Ahmad Syamsurizal menyoroti kasus siswa SD 10 tahun di NTT yang mengakhiri hidup dipicu tidak dibelikan buku tulis dan bolpoin untuk keperluan sekolah.

HALAL BERKAH

Menurut Cucun, ini menjadi pukulan telak dan berat bagi lingkungan keluarga dan pendidikan yang sangat memprihatinkan.

“Ini menjadi perhatian kita juga ya terkait masih ada, ini kan pukulan berat, kita sangat prihatin juga. Masih ada di negara kita hanya karena permasalahan kecil, makanya penting nanti dalam Undang-Undang Sisdiknas, interaksi guru dengan murid itu sebetul-betul tahu ya,” kata Cucun kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga:  Industri Tembakau Catat Ekspansi Tertinggi, Efek Panen dan Kebijakan Cukai

Cucun meminta aparat untuk menelusuri dugaan lain terkait tewasnya bocah tersebut. Menurutnya, pemicu kasus ini bukan semata-mata persoalan alat tulis, tapi bisa berkaitan dengan kondisi ekonomi hingga praktik perundungan.

“Apalagi fenomena sekarang di tengah-tengah, ya mungkin kondisi ekonomi ataupun juga dia karena tadi, bisa jadi bukan karena hal tentang masalah pensil, (tapi juga) karena bully-an dan segala macam. Ini yang menjadi problem besar bagi kita yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Cucun mendorong Komisi X DPR untuk segera memanggil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk meminta penjelasan terkait kasus yang terjadi.

Menurut Cucun, kasus yang muncul ke publik bisa jadi hanya satu dari sejumlah kejadian serupa, sehingga diperlukan langkah antisipatif dan pencegahan dari pihak kementerian.

Baca Juga:  Reses, Ibas Yudhoyono Datangi Ngawi Cek Listik Untuk Masyarakat

“Makanya sebagai pimpinan DPR, nanti Komisi X segera supaya mendengar apa yang terjadi sebetulnya ya. Apakah Kementerian Dikdasmen ini juga sudah tahu? Ini kan baru hanya satu case, satu kasus. Bisa saja terjadi beberapa, makanya kita inginkan harus ada antisipasi ya, preventif dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah,” lanjut Cucun.

Untuk diketahui, Cucun Ahmad Syamsurijal seorang politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) periode 2024-2029.

Pria kelahiran 8 November 1972 ini merupakan politikus yang mewakili Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di parlemen.

Cucun telah menjabat sebagai anggota DPR selama tiga periode berturut-turut, yakni periode 2014–2019, 2019–2024, dan 2024-2029. Ia mewakili daerah pemilihan Jawa Barat II, yang meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. (*)

TEMANISHA.COM