Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Kejar Target Investasi Rp 2.175 Triliun di 2026, Ini Program Prioritas yang Disiapkan

×

Kejar Target Investasi Rp 2.175 Triliun di 2026, Ini Program Prioritas yang Disiapkan

Sebarkan artikel ini
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Di tahun 2026, target realisasi investasi mencapai Rp 2.175,2 triliun. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan capaian 2025 yang tercatat Rp 1.095,6 triliun dan diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 6 persen.

Untuk mendorong realisasi tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi menyiapkan berbagai strategi.

HALAL BERKAH

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa investasi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

“Diharapkan dengan investasi yang masuk kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen. Inilah kontribusi yang diharapkan dari Kementerian Investasi dalam rangka pencapaian pertumbuhan ekonomi yang baik,” ujarnya dikutip, Kamis (4/2).

Rosan menjelaskan, program prioritas pertama adalah pemeliharaan dan pembaruan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (OSS).

Baca Juga:  Sepanjang 2025, BPH Migas Hemat Subsidi BBM Rp 4,98 Triliun

Menurutnya, OSS merupakan ujung tombak peningkatan investasi, namun masih perlu perbaikan karena dinilai berjalan lambat.

“Sistem yang ada sekarang sangat lambat, sehingga perlu integrasi penuh agar meningkatkan kredibilitas, akselerasi, dan kepastian perizinan,” jelasnya.

Selain itu, jurus kedua dan ketiga mencakup penyusunan rencana aksi nasional Hilirisasi Investasi Strategis (HIS) serta implementasi roadmap HIS.

BKPM juga menyiapkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk mengoptimalkan potensi unggulan di daerah.

Jurus keempat adalah pemasaran peluang investasi berbasis wilayah sesuai keunggulan masing-masing daerah.

Kelima, kemudahan dan percepatan perizinan berusaha, termasuk pelayanan serta pendampingan bagi pelaku usaha.

Program keenam adalah fasilitasi penyelesaian kendala realisasi investasi dan pengawasan berbasis risiko.

Baca Juga:  Dipimpin Bahlil sebagai Ketua Harian, Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional

Adapun jurus ketujuh dan kedelapan mencakup perluasan kerja sama internasional dengan mitra strategis serta peningkatan iklim investasi agar lebih berdaya saing.

Rosan optimistis delapan program prioritas tersebut dapat mendorong masuknya investasi secara signifikan sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap target Rp 2.175,2 triliun pada 2026 dapat tercapai dan membawa Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di atas 6 persen. (*)

TEMANISHA.COM