TOPMEDIA – Di tahun 2026, target realisasi investasi mencapai Rp 2.175,2 triliun. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan capaian 2025 yang tercatat Rp 1.095,6 triliun dan diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 6 persen.
Untuk mendorong realisasi tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi menyiapkan berbagai strategi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa investasi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
“Diharapkan dengan investasi yang masuk kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen. Inilah kontribusi yang diharapkan dari Kementerian Investasi dalam rangka pencapaian pertumbuhan ekonomi yang baik,” ujarnya dikutip, Kamis (4/2).
Rosan menjelaskan, program prioritas pertama adalah pemeliharaan dan pembaruan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (OSS).
Menurutnya, OSS merupakan ujung tombak peningkatan investasi, namun masih perlu perbaikan karena dinilai berjalan lambat.
“Sistem yang ada sekarang sangat lambat, sehingga perlu integrasi penuh agar meningkatkan kredibilitas, akselerasi, dan kepastian perizinan,” jelasnya.
Selain itu, jurus kedua dan ketiga mencakup penyusunan rencana aksi nasional Hilirisasi Investasi Strategis (HIS) serta implementasi roadmap HIS.
BKPM juga menyiapkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk mengoptimalkan potensi unggulan di daerah.
Jurus keempat adalah pemasaran peluang investasi berbasis wilayah sesuai keunggulan masing-masing daerah.
Kelima, kemudahan dan percepatan perizinan berusaha, termasuk pelayanan serta pendampingan bagi pelaku usaha.
Program keenam adalah fasilitasi penyelesaian kendala realisasi investasi dan pengawasan berbasis risiko.
Adapun jurus ketujuh dan kedelapan mencakup perluasan kerja sama internasional dengan mitra strategis serta peningkatan iklim investasi agar lebih berdaya saing.
Rosan optimistis delapan program prioritas tersebut dapat mendorong masuknya investasi secara signifikan sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap target Rp 2.175,2 triliun pada 2026 dapat tercapai dan membawa Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di atas 6 persen. (*)



















