Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Kawan Bisik, Sebuah Gerakan untuk Tunanetra Melihat Sepakbola Secara Langsung

×

Kawan Bisik, Sebuah Gerakan untuk Tunanetra Melihat Sepakbola Secara Langsung

Sebarkan artikel ini
Relawan Sadar Belajar bersama siswa binaan saat melihat sepakbola secara langsung. (Fot: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Laga Timnas Indonesia di FIFA Series menyimpan kisah unik dan menarik dari pinggir lapangan. Ada sebuah gerakan dari teman berbisik, yang mendampingi suporter tunanetra.

Dalam video yang diunggah di Instagram @sadarbelajar, terlihat sekelompok pemuda yang berperan sebagai Teman Bisik mendampingi para tunanetra saat menikmati pertandingan Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/3).

HALAL BERKAH

Untuk itu mari kita mengenal lebih jauh gerakan ini. Teman Bisik adalah kelompok pemuda dari komunitas Sadar Belajar yang membantu teman tunanetra menikmati sepakbola.

Achmad Novrizal selaku pembina Komunitas Sadar Belajar, menjelaskan bahwa program ini bernama Football for Unity, dimana teman-teman tunanetra dapat mengikuti jalannya pertandingan dengan bantuan ‘teman bisik’.

Dikatakan Achmad, program ini sudah ada sejak tahun 2020, saat Ia ditugaskan membuat pendampingan belajar lewat KKN (Kuliah Kerja Nyata).

“Sudah ada sejak tahun 2020. Jadi dulu itu saya KKN sewaktu covid, di rumah sendiri. Kebetulan Ganang tetangga saya. Ketika KKN saya bikin pendampingan belajar untuk anak-anak di desa. Kemudian berkembang dan akhirnya kita mengakomodasi teman-teman netra termasuk disabilitas juga,” ungkap Achmad.

Baca Juga:  Jaksa Agung Mutasi 31 Kajari Termasuk Kajari Sampang dan Magetan yang Diamankan Intelijen

Seiring waktu dalam perkembangannya, Sadar Belajar bahkan telah mengakomodir hingga beberapa wilayah di Jawa Tengah.

“Hampir 6 tahun kita sudah mengakomodir seluruh Yogyakarta dan beberapa wilayah di Jateng. Untuk teman-teman netra kita sudah mengakomodir sebanyak 35, down syndrome ada sekitar 60, dan teman tuli ada sekitar 40,” pungkas Achmad.

Diawali dari sebuah sanggar belajar komunitas ini merangkak menjadi komunitas, hingga akhirnya berkembang secara profesional menjadi yayasan pada tahun 2024.

Teman Bisik Bantu Teman Netra Lewat Tactical Board

Para Teman Bisik mengarahkan para difabel netra lewat tactical board, yaitu sebuah alat bantu visual yang biasa digunakan pelatih sepakbola untuk menjelaskan strategi permainan.

Tactical board dirancang timbul agar bisa membantu teman netra meraba. Dengan begitu, mereka dapat mengikuti jalannya pertandingan.

Baca Juga:  Hujan Deras dan Banjir Rob Rendam Osowilangun, Maksimalkan Rumah Pompa 24 Jam

“Ini kita anggap sebagai miniatur lapangan sepakbola, ada magnet yang diibaratkan sebagai bola atau pemain yang sedang memegang bola,” jelas Achmad.

“Kemudian kita bisikkan dan arahkan kepada teman netra. Kita mencoba untuk membangun imajinasi teman tunanetra itu melalui tactical boardini,” sambungnya.

Achmad terinspirasi dari suporter Liverpool sesuai pengakuannya. Suporter The Reds yang saat itu membantu teman tunanetranya menikmati pertandingan.

“Kita terinspirasi dari Liverpool. Di Liverpool itu ada temen netra yang demen banget sama Liverpool dan ada satu temannya yang selalu mengajak dan memberikan arahan. Nah, itu salah satu inspirasi kita,” ungkap Achmad.

Seorang siswa binaan di Sadar Belajar baginya menyaksikan sepakbola secara langsung menjadi pengalaman paling berkesan.

“Perasaan saya senang, dan tentunya juga penasaran gitu, gimana sih lingkungannya dan suasananya gitu. Ikut deg-degan dan mau ikut teriak,” ujar Ganang.

“Malah ikutan wave (bikin gerakan ombak bersama suporter lainnya). Seru itu,” sambungnya.

Baca Juga:  Tembus 474 Ribu Kunjungan, Pelajar Surabaya Paling Rajin ke Perpustakaan

Ganang tetap berharap agar fasilitas-fasilitas stadion di Indonesia dapat mendukung anak disabilitas dalam menikmati bola, khususnya sensorik netra.

Lanjut Ganang, PSS Sleman yang punya ruang khusus bagi teman netra di pinggir lapangan. Rupanya, mereka kerap bekerja sama dengan Teman Bisik untuk mengajak teman-teman netra menikmati laga secara langsung.

“Mudah-mudahan semua stadion, khususnya di Indonesia bisa support untuk anak tunanetra karena. Walaupun anak tunanetra ada yang suka nonton bola dan tidak ada yang membantu untuk menjadi teman bisik,” jelas Ganang.

“Itu yang menjadi harapan saya, semoga bisa tercapai, fasilitas-fasilitas di stadion bisa mendukung untuk anak disabilitas, khususnya sensorik netra.”

Komunitas Sadar Belajar terus membuka kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin berkontribusi pada gerakan ini.

Komunitas ini akan memperluas jejaringnya di beberapa kota mulai tahun depan, seperti Jakarta dan Bandung. (*)

TEMANISHA.COM