TOPMEDIA – Gaya hidup saat ini mendorong orang mampu membaca peluang bisnis. Itulah yang dilakukan oleh Ridlo Nur Fathoni (31). Diawali dari pengalaman dirinya mengelola usaha sewa action cam semasa kuliah, kini ia sukses mengembangkan bisnis rental iPhone.
Usaha yang ia rintis sejak Juni 2024 itu kini telah memiliki tiga cabang, yakni di Surabaya, Sidoarjo dan Yogyakarta.
Ridlo mengatakan bahwa bisnis ini bermula secara tidak sengaja setelah menemukan konsep sewa iPhone di media sosial TikTok dan Instagram.
Karena memiliki pengalaman di bidang sewa alat elektronik sebelumnya membuat ia tidak terlalu kesulitan memulai usaha ini.
“Karena dulu sebelumnya zaman kuliah juga punya usaha sewa action cam, jadi secara manajemen dan pemasaran sudah tahu. Tinggal copy paste dari usaha sebelumnya,” ujar Ridlo di Surabaya, Rabu (11/3/2026).
Ridhlo menjelaskan bahwa sewa iPhone cenderung fluktuatif sepanjang tahun. Ia menjelaskan bahwa puncak permintaan biasanya terjadi pada periode liburan dan akhir tahun.
Sebaliknya, awal bulan Ramadhan menjadi masa yang paling sepi karena berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah.
Namun, menjelang Lebaran, animo penyewa mulai meningkat. “Sudah mulai naik. Nanti puncaknya pas Lebaran biasanya,” kata Ridlo.
Ridhlo enggan merinci angkanya, dari bisnis ini ia mengaku meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan di satu cabang saja, seperti cabang yang terletak di Jalan Pandugo Baru, Penjaringan Sari, Rungkut, Surabaya.
“Alhamdulillah pokoknya. Ya, alhamdulillah cukuplah pokoknya buat menggaji teman-teman tim kita alhamdulillah,” syukur Ridlo.
Menurutnya, mayoritas pelanggan menyewa iPhone untuk keperluan dokumentasi seperti jalan-jalan, konser, dan pernikahan. Namun, ada pula pelanggan yang menyewa semata-mata untuk alasan gengsi.
Ridhlo menceritakan pengalaman yang paling unik, menurut Ridlo, adalah pelanggan yang menyewa dengan durasi dua hingga tiga bulan. Padahal, jika dihitung-hitung, biaya sewanya sudah mendekati harga beli unit baru.
Untuk iPhone 11, biaya sewa per bulan bisa mencapai sekitar Rp 1,7 juta. “Kalau yang sewa terlalu lama itu biasanya saya bilangin, mending beli baru,” ungkap Ridlo sambil tersenyum.
Ridlo menyediakan berbagai varian iPhone mulai dari seri XR hingga iPhone 16. Varian yang paling laris disewa adalah iPhone 11 dan iPhone 13. Sedangkan untuk iPhone 17, ia mengaku belum menyediakannya.
Ia memiliki unit cukup banyak. Cabang Surabaya memiliki sekitar 21 unit, sementara cabang Yogyakarta memiliki sekitar 25 unit dan cabang Sidoarjo 13 unit dengan berbagai tipe iPhone.
Suka duka dikatakan Ridlo. Ia mengakui adanya risiko yang tidak kecil. Ia telah mengalami dua kali kehilangan unit iPhone.
Pertama, iPhone 14 Pro dibawa kabur oleh penyewa di Jakarta pada November 2025. Kedua, kasus serupa terjadi dengan penyewa dari Lamongan.
“Kadang ada yang lihat, oh enak ya nyewa iPhone. Tapi kan enggak semua orang tahu risikonya kayak gini,” tutur Ridlo.
Ridhlo tetap optimis, menurutnya, tetap menjanjikan asalkan dikelola dengan manajemen risiko yang baik. (*)



















