Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Jelang Imlek 2577 Kongzili, Umat Buddha Surabaya Lakukan Penyucian Rupang di Vihara Buddhayana

×

Jelang Imlek 2577 Kongzili, Umat Buddha Surabaya Lakukan Penyucian Rupang di Vihara Buddhayana

Sebarkan artikel ini
Umat Buddha di Vihara Buddhayana, Putat Gede, Surabaya, memandikan rupang jelang tahun baru Imlek, Senin (9/2/2026). (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, umat Buddha di Surabaya menggelar tradisi penyucian rupang di Vihara Buddhayana, Putat Gede, Surabaya, Senin (9/2/2026).

Prosesi berlangsung khidmat dan penuh kehati-hatian sebagai bagian dari persiapan menyongsong tahun baru dengan batin yang bersih.

HALAL BERKAH

Puluhan umat Buddha terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka membersihkan rupang atau patung pemujaan Buddha, mulai dari ukuran kecil hingga besar, termasuk altar utama vihara.

Penyucian dilakukan secara telaten dengan tata cara khusus yang mencerminkan penghormatan terhadap nilai kesakralan rupang.

Pembina Buddhayana Jawa Timur Sangha Agung Indonesia, Bante Dharma Maytri Mahathera, menjelaskan bahwa rupang yang disucikan meliputi patung Buddha utama beserta para muridnya, seperti Moggalana dan Sariputra, hingga rupang kecil yang selama ini digunakan dalam aktivitas operasional vihara.

Baca Juga:  Pasar Sememi Jadi Percontohan Gernas Mapan, Mendag Tekankan Kebersihan dan QRIS

“Rupang-rupang ini setiap tahun rutin dibersihkan menjelang Imlek. Ini sudah menjadi tradisi yang dijaga umat,” ujar Bante Dharma Maytri.

Ia menambahkan, penyucian rupang tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan fisik membersihkan patung. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi sarana perenungan batin bagi umat Buddha.

“Membersihkan rupang adalah simbol membersihkan kekotoran batin. Harapannya, memasuki tahun baru, kita memiliki jiwa dan raga yang lebih bersih serta keyakinan yang lebih kuat dalam menjalani kehidupan,” kata dia.

Tercatat sekitar 100 rupang dengan berbagai ukuran dan jenis disucikan dalam kegiatan tersebut.

Proses pembersihan biasanya memakan waktu satu hingga dua hari, bergantung pada jumlah umat yang membantu. Sementara itu, rangkaian persiapan Imlek di vihara telah dimulai sejak satu hingga dua pekan sebelumnya.

Baca Juga:  Prostitusi Terselubung di Moroseneng Surabaya Masih Berjalan, Ini Sanksi Hukumnya

Usai penyucian, seluruh umat yang terlibat mengikuti puja pertobatan. Ritual ini dilakukan untuk memohon ampunan apabila selama proses pembersihan terdapat kekhilafan, mengingat rupang merupakan objek pemujaan yang disakralkan.

Selain persiapan ritual, Vihara Buddhayana juga menyiapkan berbagai kegiatan sosial dalam rangka menyambut Imlek.

Sejumlah agenda seperti bakti sosial, pembagian sembako, donor darah, hingga pasar murah telah direncanakan sebagai bentuk pengamalan ajaran belas kasih.

Menurut Bante Dharma Maytri, meskipun Imlek bukan hari raya keagamaan umat Buddha, momentum pergantian tahun tetap memiliki makna penting sebagai sarana evaluasi diri.

“Harapannya, di tahun yang baru ini umat semakin rajin datang ke vihara dan semakin peduli terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Bea Cukai Bongkar Ekspor Fiktif Air Mineral

Dengan tradisi dan kegiatan sosial tersebut, perayaan Imlek di Vihara Buddhayana tidak hanya menjadi peristiwa seremonial, tetapi juga momentum memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial umat Buddha. (*)

TEMANISHA.COM