TOPMEDIA – Untuk mendorong ekonomi inklusif di Jawa Timur, salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) adalah dengan mengembangkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program ini diproyeksikan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus membuka akses usaha bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa hingga akhir 2025, perkembangan KDKMP menunjukkan kemajuan signifikan.
“Alhamdulillah progress pelaksanaan KDKMP di Jawa Timur hingga 31 Desember 2025, sebanyak 8.494 KDKMP telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 997 koperasi telah beroperasi dengan total 1.292 gerai usaha,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Jumlah anggota koperasi juga meningkat pesat. Dari awal pembentukan yang hanya 6.095 orang, kini mencapai 157.974 anggota.
Emil menekankan bahwa koperasi ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.
Pemprov Jatim terus mempercepat pembangunan titik-titik koperasi di berbagai wilayah. Berdasarkan rekap per 8 Maret 2026, dari target 8.494 titik, sebanyak 774 titik (9,11 persen) telah selesai dibangun.
Sementara 5.489 titik (64,62 persen) masih dalam proses dengan rata-rata progres fisik mencapai 53,79 persen. “Ini progres yang nyata hasil kerja keras semua pihak,” tegas Emil.
Menurut Emil, penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan seiring dengan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Salah satunya melalui Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) yang menyasar lansia berusia 70 tahun ke atas dalam keluarga penerima manfaat.
Pada 2026, program ini menargetkan 54 ribu keluarga penerima manfaat dengan alokasi anggaran Rp 108 miliar. Setiap penerima akan memperoleh bantuan Rp 2 juta per tahun.
Emil menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin menjadi prioritas utama Pemprov Jatim.
“Pemerintah Jawa Timur terus mendorong program pemberdayaan ekonomi keluarga miskin agar dapat bertransformasi menjadi keluarga yang mandiri dan produktif,” pungkasnya. (*)



















