Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Jatim Bersiap Sambut 24,9 Juta Pemudik, Gubernur Khofifah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca demi Kelancaran Lebaran

×

Jatim Bersiap Sambut 24,9 Juta Pemudik, Gubernur Khofifah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca demi Kelancaran Lebaran

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah saat memberangkatkan pemudik dalam program Mudik Gratis pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor untuk mewujudkan mudik Lebaran yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.

“Kita juga sudah melakukan rapat koordinasi berlapis. Mudah-mudahan semuanya lancar, aman, selamat dan bahagia bersama keluarga,” katanya di Surabaya, Selasa (17/3/2026).

HALAL BERKAH

Menurut Khofifah, berdasarkan data di Kementerian Perhubungan, diproyeksikan 24,9 juta orang atau 17,3 persen dari total pemudik nasional masuk ke Jawa Timur. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 dan arus balik pada 27 Maret 2026.

Ia mengatakan, kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada aspek keamanan. Tetapi juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Baca Juga:  Harga BBM Non-Subsidi Turun Serentak di SPBU Pertamina, Shell, BP dan Vivo

Seperti diketahui, Pemprov Jatim menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 16–24 Maret 2026 untuk mengendalikan intensitas hujan di jalur utama mudik.

“Pada 5 Desember-10 Februari lalu kita telah melakukan OMC. Dan rencananya akan kita lakukan lagi OMC, dari 16 sampai 24 Maret 2026. Harapannya saat silaturahim (Lebaran, Red) nanti, masyarakat bisa melakukan kegiatan dengan suasana yang lebih nyaman dan aman,” katanya.

Ia juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Perhubungan Jatim berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mitigasi risiko bencana.

Selain itu, Pemprov Jatim menyediakan mudik gratis bagi 9.320 orang menggunakan bus dan kapal laut serta pengangkutan 200 unit sepeda motor.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPR Singgung Profesi Gizi, dr Tan Angkat Suara

“Ini sesuatu yang memang kita harapkan layanan kita semaksimal, sebaik, seterjangkau mungkin bagi masyarakat. Oleh karena itu saya juga berpesan agar koneksitas antar-sektor, OPD hingga kepala Rumah Sakit Pemprov Jatim betul-betul terjaga. Sehingga percepatan-percepatan bisa dilakukan,” katanya.

Khofifah menambahkan bahwa pelayanan publik tetap berjalan normal selama penerapan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja secara terbatas maksimal 50 persen pegawai. (*)

TEMANISHA.COM