Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Istana Chateau de Chantilly di Perancis Terancam Roboh, Butuh Triliunan Rupiah untuk Renovasi

×

Istana Chateau de Chantilly di Perancis Terancam Roboh, Butuh Triliunan Rupiah untuk Renovasi

Sebarkan artikel ini
Istana Château de Chantilly di Perancis (Foto: Wikipedia)
toplegal

TOPMEDIA – Di Perancis sebuah istana bangsawan mengalami banyak kerusakan dan terancam roboh dalam beberapa tahun mendatang jika tidak diperbaiki.

Untuk perawatan sangat dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, biaya yang dibutuhkan ditaksir sangat mahal hingga mencapai triliunan rupiah.

HALAL BERKAH

Adalah Chateau de Chantilly yang terletak di Oise, sebelah utara Paris, Prancis. Istana ini pertama kali dibangun pada abad ke-14 yang awalnya digunakan sebagai benteng pertahanan.

Di awal abad ke-16, benteng itu beralih fungsi menjadi istana di bawah keluarga Conde, salah satu keluarga bangsawan paling berpengaruh di Prancis pada era tersebut.

Sayangnya, Chateau de Chantilly mengalami kerusakan parah usai Revolusi Prancis pada abad ke-18. Beruntung istana bangsawan ini dibangun ulang pada abad ke-19 oleh Henri d’Orleans, putra raja terakhir Prancis.

Usia kastil ini telah berusia ratusan tahun, istana bangsawan tersebut kini sudah mulai mengalami kerusakan di beberapa titik karena sudah uzur. Pihak pengelola berencana akan melakukan pemeliharaan selama 10 tahun ke depan agar Chateau de Chantilly tetap berdiri kokoh.

Baca Juga:  Hōshi Ryokan, Hotel Tertua di Dunia yang Bertahan Lebih dari 1.300 Tahun

Kendala besar yang dihadapi oleh pengelola istana, yaitu biaya perbaikan. Dibutuhkan sekitar 68 juta euro atau sekitar Rp 1,3 triliun untuk pemeliharaan Chateau de Chantilly agar lebih kokoh dan aman.

“Tantangan di masa depan adalah menemukan pendanaan untuk melaksanakan investasi-investasi ini yang sangat penting untuk pelestarian jangka panjang dan perawatan istana tersebut,” kata pihak pengelola Chateau de Chantilly dalam keterangan resminya, dikutip dari Independent UK, Sabtu (31/1/2026).

Biaya tersebut termasuk perawatan bangunan, memperbarui pendingin udara, mengganti lantai yang sudah retak atau kusam, mengganti sistem kelistrikan, mengganti rak buku yang sudah tua, hingga menjaga struktur bangunan agar tetap kokoh.

Biaya tersebut juga termasuk menjaga keamanan dan kebersihan di lingkungan istana yang ditaksir sebesar 33 juta euro atau mencapai Rp 660 miliar untuk 10 tahun mendatang.

Baca Juga:  Menbud Fadli Zon Temui PM Xanana Gusmao, Budaya Jadi Jembatan Persahabatan RI–Timor Leste

Dengan begitu, pengelola Chateau de Chantilly harus mencari pendanaan dengan membuat donasi kepada masyarakat. Walau pendapatan per tahun mencapai 20 juta euro atau sekitar Rp 400 miliar, tapi masih belum cukup untuk biaya perawatan istana tersebut.

“Kami akan menggelar penggalangan dana besar-besaran yang akan dimulai tahun ini. Diharapkan masyarakat bermurah hati untuk membiayai pemeliharaan istana bersejarah ini,” tulis pihak pengelola.

Untuk diketahui, Chateau de Chantilly kini berfungsi sebagai museum yang menyimpan banyak koleksi karya seni. Di dalam istana itu terdapat Musee Conde, sebuah ruangan koleksi seni terbesar kedua di Prancis setelah Louvre.

Di dalam kastil ini Musee Conde menyimpan karya-karya Fra Angelico, Poussin, dan Raphael. Di dalam ruangan tersebut juga terdapat perpustakaan yang menyimpan sekitar 60.000 jilid buku, termasuk buku-buku kuno dan manuskrip dari abad pertengahan.

Baca Juga:  Badai Salju di AS Bikin Warga Panic Buying

Chateau de Chantilly telah direstorasi yang didanai oleh Friends of the Conde Museum dan Friends of the Domaine de Chantilly pada tahun 2020.

Sebelumnya, istana ini telah dirawat selama 15 tahun yang dananya didapat dari mendiang Aga Khan IV.

Chateau de Chantilly adalah salah satu tujuan favorit wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Prancis.

Bangunan ini mengusung gaya arsitektur Renaissance itu telah dikunjungi sebanyak 658.164 pengunjung pada 2025.

Ciri khas dari Château de Chantilly terletak pada atap mansard, menara sudut, dan fasad batu kapur terang yang memberikan kesan mewah dan ikonik. Selain itu, istana ini dikelilingi oleh parit air dan kanal yang identik dengan istana bangsawan Prancis. (*)

TEMANISHA.COM