TOPMEDIA – Nasib orang siapa yang tahu. Kalimat itu nampaknya sangat pas untuk menggambarkan perjalanan karier Patrick Kluivert.
Setelah angkat koper dari kursi pelatih Timnas Indonesia karena dinilai gagal, legenda hidup sepak bola Belanda itu kini justru berada di ambang sejarah besar.
Bukan sebagai pelatih kepala, melainkan sebagai “otak” di balik layar Timnas Suriname yang tengah merajut mimpi ke Piala Dunia 2026.
Mantan mesin gol Ajax Amsterdam itu resmi didapuk sebagai penasihat teknis untuk tim nasional berjuluk Natio tersebut.
Menariknya, tugas baru ini datang hanya berselang beberapa bulan setelah PSSI memutus kontraknya pada 16 Oktober 2025 lalu.
Federasi Sepak Bola Suriname (SVB) tidak main-main dalam proyek ambisius ini. Melalui pengumuman resmi di akun Instagram @officialnatio pertengahan Maret 2026, mereka tidak hanya meminang Kluivert.
Sosok legenda AC Milan, Clarence Seedorf, juga ditarik untuk bergabung dalam jajaran dewan penasihat.
Keduanya akan menjadi tandem bagi Direktur Teknik Suriname, Brian Tevreden.
“Kami bangga menyambut Clarence Seedorf dan Patrick Kluivert. Pengalaman, pengetahuan, dan perspektif global mereka diharapkan dapat membantu perkembangan lanjutan sepak bola di Suriname,” tulis pernyataan resmi federasi.
Kehadiran dua nama besar ini diharapkan menjadi suntikan moral sekaligus strategi jitu bagi Suriname yang kini berada di persimpangan jalan menuju panggung dunia.
Situasi ini terasa sangat ironis jika menilik rekam jejak Kluivert di tanah air.
Saat membesut skuad Garuda, pria berusia 49 tahun itu sempat sesumbar soal visi besar membawa Indonesia ke level dunia. Namun, realita di lapangan berkata lain.
Hasil yang tak kunjung memenuhi ekspektasi membuat kerja samanya dengan PSSI berakhir prematur.
Kini, justru bersama Suriname-lah peluang itu terbuka lebar. Suriname saat ini tengah bersiap menghadapi fase play-off antarkonfederasi yang menjadi “pintu darurat” terakhir menuju turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut.
Ujian pertama bagi duet penasihat anyar ini akan tersaji pada 26 Maret 2026. Suriname dijadwalkan bentrok dengan wakil Amerika Selatan, Bolivia.
Laga ini akan menjadi penentu apakah mimpi Suriname terus berlanjut ke babak final play-off atau kandas di tengah jalan.
Jika berhasil melibas Bolivia, tantangan berikutnya sudah menanti di depan mata. Suriname harus menghadapi wakil Asia, Irak, di partai puncak untuk memperebutkan satu tiket terakhir menuju Piala Dunia 2026.
Akankah tangan dingin Kluivert dan Seedorf berhasil membawa Suriname terbang tinggi ke panggung dunia, sementara ia meninggalkan luka bagi pendukung Garuda?
Publik sepak bola kini menanti, apakah ini akan menjadi pembuktian bagi sang legenda yang sempat terbuang. (*)



















