Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Iran Beri Hak Melintas di Hormuz bagi Negara yang Usir Dubes AS-Israel, Trump Murka

×

Iran Beri Hak Melintas di Hormuz bagi Negara yang Usir Dubes AS-Israel, Trump Murka

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyampaikan pernyataan terkait situasi di Selat Hormuz yang belakangan menjadi sorotan dunia. Dalam keterangan resminya, pasukan elite Iran itu menyatakan akan memberikan kebebasan melintas bagi kapal-kapal dari negara Arab maupun Eropa yang memutuskan mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka.

Dalam pernyataan tertulis yang dikutip media pemerintah Iran pada Selasa, IRGC menyebut negara mana pun dari kawasan Arab atau Eropa yang mengambil langkah tersebut akan memperoleh jaminan hak pelayaran di Selat Hormuz.

HALAL BERKAH

“Negara Arab atau Eropa manapun yang mengusir duta-duta besar Israel dan AS dari wilayahnya akan diberikan kebebasan penuh dan hak melintas di Selat Hormuz mulai besok,” demikian bunyi pernyataan IRGC.

Baca Juga:  Viral Kisah Poligami di Malaysia: Keikhlasan Istri Izinkan Suami Nikahi Sabahatnya

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menegaskan Washington akan merespons dengan kekuatan jauh lebih besar apabila Teheran benar-benar mengganggu jalur pasokan minyak dunia di Selat Hormuz.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (10/3), Trump mengatakan bahwa tindakan memblokade jalur tersebut akan berujung pada serangan militer besar dari AS.

“Jika Iran melakukan apapun yang menghentikan pasokan minyak di Selat Hormuz, mereka akan diserang oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras dari yang mereka hadapi sejauh ini,” kata Trump.

Ia bahkan menyebut AS akan menargetkan titik-titik yang mudah dihancurkan sehingga Iran akan kesulitan membangun kembali negaranya.

Baca Juga:  Iran Boikot Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Intip Celah Durian Runtuh?

“akan mustahil bagi Iran untuk membangun negaranya kembali” karena “kematian, api, dan amarah akan berkuasa di atas mereka”.

Meski demikian, Trump mengaku tetap berharap skenario tersebut tidak terjadi.

“Tetapi saya berharap, dan berdoa, supaya hal tersebut tak terjadi!” ujarnya.

Trump juga menyebut kebijakan tersebut sebagai semacam “hadiah” bagi negara-negara yang sangat bergantung pada jalur perdagangan energi di Selat Hormuz, termasuk China.

“Saya harap langkah ini akan mendapat banyak apresiasi,” kata dia.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak pernah berniat menutup Selat Hormuz ataupun menghambat lalu lintas kapal di kawasan tersebut. Menurutnya, pelayaran di jalur strategis itu tetap berlangsung seperti biasa. (*)

TEMANISHA.COM