Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

Ini Tiga Tantangan UMKM untuk Naik Kelas

×

Ini Tiga Tantangan UMKM untuk Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
BI menyiapkan strategi pendampingan agar UMKM lebih kompetitif dan berkelanjutan. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih menghadapi tantangan berat untuk naik kelas.
Bank Indonesia (BI) mencatat tiga hambatan utama, mulai dari realisasi kredit yang menurun, rendahnya penerapan sistem digital, hingga keterbatasan kesiapan ekspor.
Tantangan UMKM
Dalam unggahan resmi di akun Instagram @bank_indonesia, BI menyebut realisasi kredit UMKM mengalami penurunan 0,64% secara tahunan hingga November 2025. Dari sisi pengelolaan, hanya 39,4% UMKM yang telah menerapkan sistem digital. Selain itu, kesiapan ekspor UMKM masih terbatas, baik dari sisi produksi, manajemen, maupun akses pasar.
“Dalam perjalanannya, banyak UMKM ingin tumbuh lebih jauh, tapi terhambat di hal-hal mendasar, #SobatRupiah. Mulai dari pencatatan keuangan yang belum rapi, data usaha yang belum tersusun, hingga sistem pembayaran yang belum optimal. Menyadari hal ini, Bank Indonesia punya strategi jitu agar UMKM dapat naik kelas dan terus #BeriMakna bagi keberlanjutan perekonomian kita,” ungkap BI, dikutip Minggu (18/1/2026).
Kontribusi UMKM
Padahal, sektor UMKM telah berkontribusi sebesar 60% terhadap perekonomian nasional.
Kontribusi ke pasar ekspor juga tercatat tumbuh 15,7%. Karenanya, BI mendorong UMKM naik kelas melalui 46 kantor perwakilan di daerah.
BI menetapkan sejumlah strategi untuk menarik konsumen, seperti market intelligence, kurasi dan promosi perdagangan, sinergi dengan stakeholders, hingga mengadakan business matching penjualan.
Selain itu, BI juga mendorong standarisasi dan sertifikasi produk, pemanfaatan platform digital, akses pembiayaan perbankan, serta sinergi dengan kementerian dan lembaga.
Bank Indonesia menegaskan UMKM yang kuat adalah pilar perekonomian berkelanjutan. Melalui strategi pendampingan, digitalisasi, dan dukungan ekspor, BI berharap ekosistem UMKM semakin kokoh sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

TEMANISHA.COM
Baca Juga:  Permintaan Domestik Meningkat, Prospek Pembiayaan UMKM 2026 Dinilai Cerah