TOPMEDIA – Di 2026, Tahun Baru Imlek tahun ini akan memasuki tahun Kuda Kayu. Meskipun kondisi ekonomi tetap optimistis, namun kondisi global yang penuh keraguan tak membuat surut optimisme pelaku usaha di Indonesia.
Menurut Dosen Luar Biasa di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Dr. Tjatur Ermitajani Judi,.MM, dunia bisnis di tahun ini dikatakan berada diantara pesimistis dan optimistis.
Namun, para pelaku bisnis tetap optimistis dan memiliki banyak rencana untuk tetap mengembangkan usahanya dan memanfaatkan potensi pasar yang ada.
“Meskipun sedikit pesimistis, namun kami tetap berusaha dan tetap optimistis. Kami berusaha untuk lebih baik dari tahun lalu,” jelasnya kepada TopMedia, Senin (16/2/2026).
Salah satu sektor usaha yang tetap potensial dan tetap menjadi pilihan karena prospek ke depannya masih cukup bagus adalah entrepreneurship atau kewirausahaan.
Kewirausahaan memang dinilai memiliki potensi besar. Selain memiliki potensi ekonomi, kewirausahaan juga menjadi solusi di tengah semakin minimnya lapangan kerja. bahkan sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Meski memiliki prospek yang tetap bagus, namun pelaku usaha juga harus tetap berbenah, harus melihat tren global agar mampu berkembang dan tetap tumbuh.
Pelaku wirausaha haru mampu bertransformasi, memiliki nilai tambah, dan diferensiasi. “Itu adalah kunci penting agar pelaku wirausaha dapat survive,” tegasnya.
Menurut Tjatur, salah satu usaha yang potensinya cukup bagus di tahun Kuda Kayu ini adalah produk herbal dan organik.
Produk-produk herbal dan organik ini trennya terus naik, apalagi didorong gaya hidup dan pesatnya media sosial dalam membangun branding, membuat produk herbal dan organik terus naik daun.
Bahkan pasarnya secara global terus meningkat. Dimana masyarakat dunia saat ini berbondong-bondong menerapkan hidup sehat dengan konsumsi produk herbal dan organik.
Jika dulu produk-produk herbal dan organik pasar dan pelaku usahanya di negara maju, namun sekarang banyak negara berkembang yang ikut bermain dalam bisnis ini.
“Bahkan potensi pasar di negara berkembang juga terus meningkat. Produk herbal dan organik ini menjadi tren dan gaya hidup yang terus berkembang,” terang Direktur PT Anugrah Efrata Jaya Abadi ini.
Tuntutan sehat, aman, menarik, dan inovasi di tengah kehidupan masyarakat modern saat ini menjadi daya tarik yang kuat dari produk herbal dan organik.
Selain produk-produk herbal dan organik, sektor usaha yang ramah lingkungan, green, econogreen, dan berbau sumber daya alam (SDA) diproyeksi juga bakal naik daun di tahun ini.
Tjatur berpesan, bagi pelaku usaha jika ingin usahanya terus berkembang dan mampu bertahan adalah harus mengikuti pola, harus berbenah, dan menyesuaikan.
“Pasar semakin luas, persaingan semakin ketat, pelaku usaha harus kuat, harus bekerja ekstra agar mampu berkembang. Harus peka dengan apa yang sedang tren dan dibutuhkan pasar,” pungkas Penggurus Asosiasi Managemen Indonesia-DPP Pusat tersebut. (*)



















