TOPMEDIA – Kinerja ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencatat capaian positif. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor mencapai USD 6,27 miliar atau sekitar Rp 105,5 triliun (kurs Rp16.823 per USD).
Angka tersebut meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menegaskan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.
Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud, menyampaikan bahwa Amerika Serikat menjadi pasar utama dengan nilai ekspor sebesar USD 1,99 miliar atau Rp 33,5 triliun, setara 31,8 persen dari total ekspor.
Posisi berikutnya ditempati China dengan nilai USD 1,22 miliar atau Rp 20,5 triliun, kemudian negara-negara ASEAN sebesar USD 1 miliar atau Rp 16,8 triliun.
Jepang mencatat USD 613,65 juta atau Rp 10,3 triliun, sementara Uni Eropa menyumbang USD 451,72 juta atau Rp 7,6 triliun.
“Nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat 4,7 persen dibanding tahun sebelumnya, begitu juga ke ASEAN yang naik 16,7 persen, Jepang 2,5 persen, dan Uni Eropa 9 persen,” ujar Machmud, Senin (16/2/2026).
Dari sisi komoditas, udang menjadi primadona ekspor dengan nilai USD 1,87 miliar atau Rp 31,5 triliun, menyumbang 29,8 persen dari total ekspor.
Komoditas lain yang juga mencatat kontribusi besar adalah tuna-cakalang dengan nilai USD 1,04 miliar atau Rp 17,5 triliun, cumi-sotong-gurita sebesar USD 889,73 juta atau Rp 14,9 triliun, rajungan-kepiting senilai USD 507,74 juta atau Rp 8,6 triliun, serta rumput laut dengan nilai USD 315,62 juta atau Rp 5,3 triliun.
Selain peningkatan ekspor, KKP juga berhasil menekan impor produk perikanan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan produk perikanan sepanjang 2025 mengalami surplus USD 5,60 miliar atau Rp 94,2 triliun, naik 3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kami berkomitmen menjaga Indonesia untuk tetap menjadi negara net exporter produk perikanan,” tegas Machmud.
Capaian ekspor perikanan sepanjang 2025 menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama di pasar global.
Dengan surplus perdagangan yang terus meningkat, KKP optimistis Indonesia mampu menjaga status sebagai negara pengekspor bersih produk perikanan sekaligus memperkuat kontribusi sektor kelautan terhadap perekonomian nasional. (*)



















