TOPMEDIA – Bank Indonesia (BI) optimistis inflasi nasional tetap terkendali dalam kisaran target 2,5 ± 1 persen atau rentang 1,5–3,5 persen selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menegaskan bahwa meski ada sedikit kenaikan di awal tahun, kondisi harga pangan dan pasokan komoditas utama masih terjaga dengan baik.
Aida menjelaskan bahwa kenaikan inflasi Januari–Februari 2026 dipengaruhi oleh base effect kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50 persen yang diberlakukan pada awal 2025.
“Bagaimana kondisi untuk di bulan Ramadan dan Lebaran ini? Semuanya masih terjaga. Tetapi masih ada dampak daripada administered prices akibat diskon listrik yang terjadi di tahun lalu, sehingga kami perkirakan angkanya sedikit di atas 3 persen,” ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.
Kondisi Pangan dan Pasokan
Aida menambahkan, pasokan pangan sejauh ini tetap aman. Musim panen hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit membantu menjaga stabilitas harga.
BI juga melakukan pemantauan harga mingguan untuk memastikan inflasi volatile food tetap terkendali.
“Jadi mudah-mudahan ini akan terus terjaga sampai dengan bulan Maret. Tetapi Januari, Februari ini agak sedikit tinggi, karena dampak diskon listrik tahun lalu,” jelasnya.
Pada Januari 2026, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 3,55 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,92 persen (yoy). Angka ini sedikit melewati batas sasaran BI.
Namun, inflasi inti tetap rendah di level 2,45 persen (yoy), sejalan dengan kapasitas perekonomian yang masih mampu memenuhi peningkatan aktivitas ekonomi.
Inflasi kelompok volatile food juga terjaga rendah sebesar 1,14 persen (yoy) berkat peningkatan pasokan komoditas hortikultura.
Ke depan, BI akan memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) serta mengoptimalkan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Langkah ini diharapkan menjaga stabilitas harga pangan dan menekan risiko inflasi musiman.
YBank Indonesia memproyeksikan inflasi tetap dalam kisaran target 1,5–3,5 persen selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. (Foto: Dok. Humas Pemkot Surabaya)Dengan konsistensi kebijakan moneter, pengendalian harga pangan, serta koordinasi lintas lembaga, BI optimistis inflasi Ramadan dan Idul Fitri tetap terkendali. (*)



















