Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

IHSG Berpeluang Menguat, Purbaya Pastikan Fondasi Ekonomi Kokoh

×

IHSG Berpeluang Menguat, Purbaya Pastikan Fondasi Ekonomi Kokoh

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih kencang.

Ia menilai kecil kemungkinan IHSG kembali melemah, mengingat fondasi ekonomi Indonesia yang kuat serta arah kebijakan pemerintah yang sejalan dengan otoritas pasar keuangan.

HALAL BERKAH

Sebagai informasi, IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (30/1), berada di level 8.329,60. Indeks kembali menguat 1,81% setelah sempat melemah tajam pada dua hari perdagangan sebelumnya.

“Kita masih di level 8.300, artinya ruang ke depan masih terbuka luas untuk naik. Siklus bisnis itu naik-turun, dari titik terendah menuju puncak bisnis,” ujar Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Baca Juga:  12,5 Juta Akun Coretax Sudah Aktif, 631 Ribu Wajib Pajak Sudah Lapor SPT

Ia menegaskan peluang koreksi IHSG sangat kecil. “Saya pikir peluangnya kecil. Fondasi ekonomi kita bagus, kebijakan Bursa maupun OJK cepat dan responsif, tidak ada kekacauan. Ini modal yang kuat sekali untuk tumbuh lebih kencang,” pungkasnya.

Sebelumnya, perdagangan saham sempat dihentikan sementara atau trading halt setelah IHSG anjlok 8% pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).

Pada Rabu, IHSG ditutup melemah 7,35% ke level 8.320,55 akibat aksi jual investor asing senilai Rp6,17 triliun.

Sementara pada Kamis, IHSG kembali terkoreksi 1,06% ke level 8.232,20 dengan net sell asing mencapai Rp 4,44 triliun.

Namun pada Jumat, IHSG berhasil rebound dengan volume perdagangan mencapai 57,82 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp 41,69 triliun.

Baca Juga:  Dorong UMKM Naik Kelas, 5.250 Pelaku Usaha Dapat Pendampingan Sepanjang 2025

Meski demikian, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aksi jual bersih asing masih tinggi, yakni Rp 1,53 triliun. Sepanjang 2026, tren jual bersih asing sudah mencapai Rp 9,88 triliun.

BEI juga melaporkan penurunan IHSG sepekan terakhir sebesar 6,94%, dari posisi 8.951,01 ke level 8.329,60.

Kapitalisasi pasar turun 7,37% menjadi Rp 15.046 triliun dari Rp 16.244 triliun pekan sebelumnya.
Meski volume transaksi harian menurun 3,69%, rata-rata nilai transaksi harian justru naik 29,28% menjadi Rp 43,76 triliun.

Dengan kondisi tersebut, Purbaya menekankan bahwa IHSG masih memiliki ruang pertumbuhan yang kuat.

Ia berharap stabilitas pasar dapat terus terjaga sehingga mendukung iklim investasi dan memperkuat daya saing ekonomi nasional. (*)

TEMANISHA.COM