TOPMEDIA-Juara Wimbledon, Iga Swiatek, resmi mengakhiri kerja samanya dengan pelatihnya, Wim Fissette, setelah mengalami kekalahan mengejutkan di babak pertama turnamen Miami Open.
Pengumuman tersebut disampaikan Swiatek melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin.
Petenis peringkat tiga dunia itu menyatakan bahwa dirinya telah memutuskan untuk mengambil arah baru dalam karier profesionalnya.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan, terutama setelah hasil kurang memuaskan yang diraih dalam turnamen terakhir.
Dalam pernyataannya, Swiatek mengungkapkan rasa terima kasih kepada Fissette atas dedikasi, pengalaman, dan kontribusinya selama bekerja sama sejak tahun 2024.
Kolaborasi mereka menghasilkan berbagai pencapaian penting, termasuk keberhasilan Swiatek meraih gelar juara di turnamen bergengsi Wimbledon Championships pada tahun lalu, yang menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam kariernya.
“Saya sangat berterima kasih atas dukungan, pengalaman, serta semua pencapaian yang telah kami raih bersama, termasuk mewujudkan salah satu mimpi terbesar saya dalam dunia olahraga,” tulis Swiatek dalam unggahannya.
Keputusan berpisah ini muncul setelah petenis berusia 24 tahun asal Polandia tersebut mengalami kekalahan mengejutkan dari kompatriotnya, Magda Linette, pada pertandingan babak pertama di Miami pekan lalu.
Dalam laga tersebut, Swiatek yang diunggulkan harus mengakui keunggulan Linette yang berada di peringkat 50 dunia, setelah pertandingan berlangsung sengit hingga tiga set.
Kekalahan tersebut juga mengakhiri catatan impresif Swiatek yang sebelumnya berhasil mencatatkan 73 kemenangan beruntun pada babak pertama turnamen.
Rekor tersebut menunjukkan konsistensi tinggi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam permainannya.
Swiatek mengakui bahwa turnamen di Miami menjadi tantangan berat baginya. Ia mengungkapkan rasa kecewa atas performa yang ditampilkan di lapangan dan merasa bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh.
“Miami menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Saya merasa kecewa dan bertanggung jawab atas penampilan saya di lapangan,” ujarnya.
Meski berpisah dengan pelatih utamanya, Swiatek memastikan bahwa anggota tim lainnya tetap bertahan dan akan terus mendukung perjalanan kariernya.
Ia juga meminta publik untuk bersabar menunggu pengumuman mengenai langkah selanjutnya dalam kariernya.
“Saya memahami ada banyak pertanyaan mengenai langkah berikutnya. Namun, saya akan menyampaikan perkembangan selanjutnya pada waktu yang tepat. Saat ini saya ingin meluangkan waktu untuk menjaga kondisi diri, memproses pengalaman ini, dan mempersiapkan babak baru dalam karier saya,” tambahnya.
Sementara itu, Fissette dikenal sebagai pelatih berpengalaman yang telah bekerja dengan sejumlah petenis papan atas dunia.
Sepanjang kariernya, ia pernah menangani beberapa juara Grand Slam seperti Naomi Osaka, Kim Clijsters, dan Victoria Azarenka.
Pengalamannya dalam mendampingi para atlet elite menjadikannya salah satu pelatih yang disegani di dunia tenis internasional.
Perpisahan antara Swiatek dan Fissette menjadi sorotan dunia tenis karena keduanya sebelumnya dianggap sebagai duet yang solid.
Dengan berakhirnya kerja sama ini, publik kini menantikan langkah selanjutnya dari Swiatek, termasuk kemungkinan penunjukan pelatih baru untuk mendukung ambisinya meraih lebih banyak gelar Grand Slam di masa mendatang.



















