Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

Hanya Diangkat jadi PPPK Paruh Waktu, Atlet Angkat Besi Aceh Ini Curhat di Medsos

×

Hanya Diangkat jadi PPPK Paruh Waktu, Atlet Angkat Besi Aceh Ini Curhat di Medsos

Sebarkan artikel ini
Atlet angkat besi dari Aceh, Nurul Akmal. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Nurul Akmal, seorang atlet angkat besi, yang juga olimpian angkat besi mencurahkan isi hatinya setelah cuma mendapat status PPPK Paruh Waktu dalam instansi pemerintahan.

Padahal, Nurul kerap mempersembahkan prestasi di kejuaraan-kejuaraan internasional.

HALAL BERKAH

Curhatan itu ia sampaikan dalam akun Instagramnya, sekaligus mengunggah tiga foto saat dirinya dilantik.

“Tetap bersyukur walaupun P3K PW (Paruh Waktu). Padahal 2x Oly, 2x SEA Games, 2x Asian Games, 3x emas PON, dan lain-lainnya. Yang tahu sudah paham lah ya. Tapi ini lah hasilnya,” tulisnya seraya menandai Instagram Prabowo Subianto, Ketua PB PABSI Rosan P Roeslani, dan Anindya Bakrie.

Warganet merespon unggahan dirinya. Bahkan sejumlah atlet ikut memberikan komentar pada lifter kelahiran Aceh tersebut.

Mulai dari atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi hingga atlet atletik putri Odekta Elvina Naibaho. Mereka memberikan emotikon sedih.

Bagi Nurul Akmal, mendapat status pekerjaan P3K Paruh Waktu tentu bukan hal yang ia harapkan. Nurul merupakan atlet dan langganan mempersembahkan prestasi bagi Indonesia.

Nurul bukan sekadar Olimpian, tapi dia merupakan lifter pertama yang mencatatkan sejarah sebagai atlet putri pertama Indonesia yang lolos di kelas berat Olimpiade 2020 di Tokyo. Indonesia biasanya meloloskan atletnya di kelas-kelas ringan.

Baca Juga:  Vinicius Junior Kembali Perkuat Timnas Brasil untuk Laga Persahabatan di Asia

Lebih spesial lagi, Nurul berhasil mengukir namanya sebagai atlet pertama dari Aceh yang mampu tampil di Olimpiade 2020 sejak 33 tahun silam.

Selama berkarier angkat besi Nurul juga pernah meraih medali di beberapa kejuaraan seperti medali perak Islamic Solidarity Games di Baku 2017, emas di test event Asian Games 2018, hingga meraih satu perak dan dua perunggu di Qatar Cup 2019.

Kemudian medali perah dan perunggu di Kejuaraan Asia 2022 dan 2024, serta dua medali perak SEA Games 2021 dan 2023.

Namun, rentetan prestasi itu tak mampu membawanya mendapat status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Melainkan pekerja yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja yang lebih fleksibel dan tidak penuh waktu di Penata Pelayanan Operasional UPTD Gelanggang Pemuda dan Olahraga Harapan Bangsa milik Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh.

Baca Juga:  Mason Mount Yakin Rebut Posisi Inti dan Bantu Manchester United Bangkit di Musim Baru

Pemerintah memang sejauh ini hanya memberikan apresiasi pengangkatan PNS hanya kepada peraih medali emas untuk SEA Games dan Asian Games.

Mendapatkan status P3K Paruh Waktu tentu membuat Nurul sedih. Bukan tidak bersyukur, tapi ia sejatinya bisa mendapat lebih dari itu apalagi dengan berbagai prestasi yang dipersembahkan untuk negara.

“Jadi waktu 2024 itu saya masih di Pelatnas, jadi tahap pertama untuk P3K yang penuh waktu. Karena kalau enggak salah saya sedang ikut Kejuaraan Asia di Bahrain. Jadi bukan sengaja tidak ikut, tapi memang tidak bisa karena sedang tidak berada di Indonesia,” kata Nurul, Sabtu (31/1/2026).

“Setelah itu, saya ikut tahap kedua 2025, ujiannya bulan enam, tapi enggak lolos, makanya diparuhwaktukan. Dikasih tahunya bulan November 2025, dan dilantiknya Januari 2026. Ada beberapa ribu kami,” lanjutnya.

Nurul tidak meminta lebih. Dia hanya ingin bisa mendapatkan status lebih dari sekadar P3K Paruh Waktu. Sejauh ini, ia juga telah menjalin komunikasi melalui Whatsapp dengan Ketua Umum PB PABSI Rosan P Roeslani, dan sudah mendapatkan respons. Namun, sampai berita ini diturunkan belum ada kabar baru.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Beri Bonus Atlet SEA Games 2025 Rp465 Miliar, Ini Peraih Bonus Tertinggi

“Nurul kan nyarinya kan bukan sekarang, untuk masa tua. Memang enggak pantas seorang Nurul dapat PNS, sejauh ini? Apa enggak pantas dapat PNS untuk masa tua nanti?” ucap Sarjana Penjaskes Rekreasi Olahraga ini.

“Mungkin di Indonesia Nurul cuma dapat medali perak, bukan emas kayak gitu. Tapi untuk Aceh kan Nurul kan (persembahkan) emas terus (Jawa Barat 2016, Papua 2020, Aceh-Sumut 2024). Kalau untuk Indonesia mungkin di Olimpiade mungkin cuma peserta. Asian Games peserta.”

“Tapi di SEA Games saya dapat perak, cuma enggak pantas apa dapat? Kenapa sih beberapa ribu orang di Indonesia, khususnya di Aceh, Nurul sendiri, kok enggak bisa lebih baik gitu,” tutur lifter berusia 32 tahun ini.

“Memang bukan enggak baik P3K Paruh Waktu itu, bukan enggak baik. Pasti orang juga mau. Bukan saya tidak bersyukur. Cuma kan kayak, gimana sih, kayak nggak adil. Jadi harapannya kalau bisa lebih baik lah,” harap Nurul. (*)

TEMANISHA.COM