TOPMEDIA – Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengingatkan berbagai pihak agar tidak memicu konflik internal di Iran. Menurutnya, upaya yang dapat memancing perang saudara di negara tersebut akan menjadi kesalahan besar yang dampaknya bisa berlangsung lama.
“Kami menolak segala skenario yang bertujuan memicu perang sipil di Iran, apakah itu dimulai dari penyebab etnis atau religius,” kata Fidan seperti dikutip AFP, Minggu (8/3). Ia menegaskan bahwa langkah semacam itu sangat berbahaya.
Pernyataan tersebut merujuk pada sejumlah laporan yang menyebut Amerika Serikat tengah mempertimbangkan rencana mempersenjatai kelompok gerilyawan Kurdi untuk menyusup ke Iran. Presiden Donald Trump disebut-sebut mendukung gagasan tersebut.
Fidan mengatakan ia telah membicarakan isu ini langsung dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Dalam pertemuan mereka pada Rabu pekan ini, Rubio disebut membantah adanya rencana tersebut.
“Mereka bilang, katanya mereka tidak terlibat atau tak punya intensi itu,” ujar Fidan.
Ia juga menyampaikan bahwa menurut Rubio, rencana memanfaatkan kelompok Kurdi justru merupakan strategi Israel untuk menjadikan kelompok tersebut sebagai proksi dalam konflik kawasan.
Turki sendiri menolak keras skenario tersebut. Negara itu telah lama berkonflik dengan kelompok Kurdi, khususnya organisasi Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang selama puluhan tahun terlibat bentrokan dengan pemerintah Turki.
Fidan menilai jika rencana tersebut dijalankan, dampaknya tidak hanya menimbulkan penderitaan bagi warga sipil Iran, tetapi juga berpotensi memicu gelombang pengungsi besar-besaran ke negara-negara tetangga.
“Secara terbuka, kita mengingatkan siapa pun bahwa kita menolak rencana ini. Ini tak hanya membawa lebih banyak penderitaan ke rakyat sipil Iran, tapi juga membuat jutaan warga mengungsi ke negara tetangga, dan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Ia juga berharap para pemimpin Kurdi di kawasan tersebut tidak terlibat dalam skenario yang menurutnya dapat menjadi kesalahan sejarah.
“Kami harap, para pemimpin Kurdi di daerah itu tidak membuat kesalahan memanggul tanggung jawab atau kesalahan yang bersejarah ini. Sebab, kesalahan macam itu tak bisa diperbaiki,” katanya.
Fidan kemudian menyinggung pengalaman konflik di Irak dan Suriah, yang menunjukkan bahwa perang saudara sering kali hanya membawa kekacauan serta ketidakstabilan berkepanjangan.
“Krisis internal apa pun akan punya efek berantai, yang menyebar secara regional. Itulah mengapa, kami berupaya mencegahnya,” tegasnya.(*)



















