Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCEINTERNATIONAL

Hadapi Ketidakpastian Global, Indonesia–Jepang Perkuat Kerja Sama Energi

×

Hadapi Ketidakpastian Global, Indonesia–Jepang Perkuat Kerja Sama Energi

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Indonesia dan Jepang menyepakati kerja sama di sektor mineral kritis dan energi nuklir melalui penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC). Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di sela forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Minggu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem energi yang lebih terhubung sekaligus berkelanjutan di masa depan.

HALAL BERKAH

Menurut Bahlil, Indonesia membuka peluang luas bagi Jepang untuk terlibat dalam pengelolaan mineral kritis. Hal ini didukung oleh besarnya potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, termasuk cadangan nikel terbesar di dunia serta komoditas lain seperti bauksit, timah, tembaga, dan logam tanah jarang.

Baca Juga:  Strategi Kurangi Impor Bensin, Pemerintah Wajibkan BBM E20 Mulai 2028

“Kami sangat terbuka, kami dengan senang hati meminta kepada pemerintah Jepang maupun teman-teman pengusaha Jepang untuk bisa mengelola bersama-sama mineral kritis kami yang ada di Indonesia,” ujar Bahlil.

Sementara itu, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa menilai kerja sama antarnegara menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian global. Ia menekankan bahwa kolaborasi dibutuhkan untuk menjaga ketahanan energi sekaligus memastikan pasokan energi tetap berkelanjutan.

“Di tengah situasi krisis global saat ini, penting bagi kita untuk memperkuat kerja sama demi menjaga ketahanan energi. Jepang sendiri telah menyiapkan cadangan energi strategis sebagai langkah antisipasi,” kata Akazawa.

Ia juga menegaskan Jepang siap melanjutkan dukungan terhadap berbagai proyek energi bersama Indonesia. Salah satunya adalah penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka yang menjadi bagian dari kemitraan strategis kedua negara.

Baca Juga:  Pemerintah Dorong UMKM dan BUMD Kelola Tambang Lewat PP 39/2025

Kementerian ESDM menyebutkan bahwa kolaborasi di sektor mineral kritis akan difokuskan pada penguatan rantai pasok global agar lebih aman dan stabil. Sementara itu, kerja sama energi nuklir diarahkan pada pengembangan teknologi energi rendah karbon dengan standar keselamatan tinggi.

Ke depan, Indonesia dan Jepang juga akan melanjutkan pembahasan terkait penguatan ketahanan energi kawasan. Topik yang dibicarakan mencakup kerja sama rantai pasok liquefied natural gas (LNG), batu bara, serta percepatan berbagai proyek transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC), termasuk operasional PLTP Sarulla dan penyelesaian proyek PLTSa Legok Nangka.

Melalui kemitraan ini, kedua negara berharap dapat memperkuat ketahanan energi di kawasan sekaligus mendorong upaya pengurangan emisi karbon di wilayah Indo-Pasifik. (*)

TEMANISHA.COM