Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Hadapi Kekurangan Dokter Spesialis di Indonesia Timur, Universitas Ciputra Surabaya Luncurkan PPDS Obgyn dan Bedah

×

Hadapi Kekurangan Dokter Spesialis di Indonesia Timur, Universitas Ciputra Surabaya Luncurkan PPDS Obgyn dan Bedah

Sebarkan artikel ini
Pembukaan PPDS Spesialis Obstetri dan Ginekologi serta Bedah di Universitas Ciputra Surabaya yang bertujuan mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia Timur. (Foto: istimewa) 
toplegal

TOPMEDIA – Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (FK UC) resmi memperoleh izin pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk dua bidang strategis, yakni Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Spesialis Bedah.

 

HALAL BERKAH

Pembukaan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dokter spesialis yang masih tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, SpOG Subsp FER, menjelaskan bahwa kedua program tersebut dirancang tidak hanya untuk mencetak dokter spesialis unggul, tetapi juga memperkuat pemerataan layanan kesehatan nasional.

“Untuk spesialis Obgyn, kami membawa misi meningkatkan jumlah dokter spesialis di Indonesia Timur. Kebutuhan akan dokter spesialis masih sangat tinggi, sementara distribusinya belum merata,” ujar Prof. Hendy, Senin (25/1).

Baca Juga:  Ekonomi Global Mulai Melambat, IMF Soroti Dampak Tarif dan Inflasi

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan layanan kesehatan, FK UC juga menyiapkan program beasiswa bagi calon peserta didik asal Indonesia Timur.

Program ini diberikan dengan persyaratan khusus, termasuk komitmen untuk kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

“Harapannya, lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat di daerah yang masih kekurangan tenaga medis spesialis,” tambahnya.

Selain program Obgyn, PPDS Bedah yang dibuka dirancang mengikuti perkembangan teknologi kedokteran terkini.

Mahasiswa akan dibekali kemampuan operasi minimal invasif yang menjadi standar penanganan kasus bedah modern.

“Teknologi operasi terus berkembang. Karena itu, selain kemampuan dasar bedah, dokter juga harus menguasai teknik minimal invasif agar pelayanan lebih efektif dan pemulihan pasien lebih cepat,” jelas Prof. Hendy.

Baca Juga:  Pelabuhan Tanjung Perak Perketat Penertiban Truk ODOL, Fokus ke Jalur Indonesia Timur

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis, terutama di luar Pulau Jawa.

Rasio dokter spesialis di Indonesia belum sesuai dengan standar WHO, khususnya untuk bidang obstetri dan bedah yang menjadi tulang punggung layanan kesehatan rujukan.

Kehadiran kedua program PPDS di Universitas Ciputra didukung dengan pembangunan tower khusus untuk FK UC, yang menjadi bagian dari upaya memberikan solusi strategis nasional dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. (*)

TEMANISHA.COM