Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Gubernur Khofifah Undang Warga Riyayan di Grahadi dan Kediaman Jemursari, Suguhkan Menu PKL Gratis

×

Gubernur Khofifah Undang Warga Riyayan di Grahadi dan Kediaman Jemursari, Suguhkan Menu PKL Gratis

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak saat mengundang warga riyayan di Gedung Grahadi pada lebaran tahun lalu. (Foto: Antara/Biro Adpim Jatim)
toplegal

TOPMEDIA – Tradisi open house atau yang akrab disebut riyayan oleh masyarakat Jawa Timur kembali digelar pada tahun ini. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara terbuka mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk menyambangi Gedung Negara Grahadi dan kediaman pribadinya di Jemursari dalam rangka merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2023).

Tak sekadar bersalam-salaman, momen ini juga menjadi pesta rakyat kecil. Pasalnya, Khofifah sengaja memboyong puluhan pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM ke area acara. Tujuannya satu agar warga bisa berpesta pora menikmati hidangan khas Jawa Timur secara gratis, sekaligus nglarisi dagangan rakyat.

HALAL BERKAH

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Jatim, Pulung Chausar, mengungkapkan bahwa agenda ini dirancang untuk menghapus sekat antara pemerintah dan masyarakat. “Ibu Gubernur ingin momentum Idul Fitri ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat dan penuh kekeluargaan. Semua warga diundang hadir,” kata Pulung di Surabaya, Jumat (20/3/2026).

Baca Juga:  Kemendikdasmen Luncurkan Duta Antikekerasan, Siswa Jadi Ujung Tombak Lawan Bullying

Agar antusiasme warga tidak membeludak dalam satu waktu, Pemprov Jatim telah membagi jadwal riyayan menjadi beberapa sesi di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama adalah di Gedung Negara Grahadi yang akan digelar pada Sabtu, 21 Maret 2026, mulai pukul 14.00 – 16.00 WIB.

Yang kedua, riyayan digelar di kediaman pribadi Gubernur Khofifah di Jalan Jemursari Surabaya pada Minggu dan Senin, 22-23 Maret 2026, yang dibagi menjadi dua sesi. Yaitu sesi pagi mulai pukul 10.00 – 13.00 WIB dan sesi malam pukul 19.00 – 21.00 WIB.

“Kami sudah menyiapkan pengaturan alur kedatangan tamu agar masyarakat yang hadir merasa nyaman. Pengamanan juga disiapkan secara humanis supaya suasana riyayan-nya tetap terasa,” tambah Pulung.

Baca Juga:  Strategi Baru Ekonomi Pesisir, Indonesia Resmikan Pusat Riset Rumput Laut Global

Yang menarik, konsep riyayan tahun ini sangat kental dengan nuansa ekonomi kerakyatan. Keterlibatan PKL dan UMKM di sekitar Grahadi serta Jemursari merupakan instruksi langsung dari Gubernur. Hal ini selaras dengan Surat Edaran Mendagri terkait imbauan halalbihalal yang produktif.

“Bagi warga yang datang, tidak perlu khawatir soal hidangan. Semua sudah disiapkan dari pedagang kaki lima dan UMKM. Semuanya gratis, silakan dinikmati. Ini upaya Ibu Gubernur untuk memberdayakan ekonomi lokal di sela hari raya,” tegasnya.

Pulung menambahkan, tradisi riyayan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), tetapi juga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa) di tengah keberagaman masyarakat Jawa Timur. (*)

TEMANISHA.COM