TOPMEDIA-Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengaku merasakan situasi yang “cukup aneh” setelah timnya kembali dipertemukan dengan Real Madrid di ajang Liga Champions UEFA musim ini.
Dalam hasil undian babak 16 besar yang digelar Jumat, Manchester City kembali menghadapi raksasa Spanyol tersebut dalam laga dua leg. Pertemuan ini membuat total duel kedua klub mencapai 13 kali sejak Guardiola menangani City di Stadion Etihad pada 2016.
Menariknya, kedua tim baru saja bertemu pada fase liga musim ini, sekitar dua bulan lalu. Pada format lama Liga Champions dengan sistem fase grup, tim-tim yang sudah bertemu biasanya baru berpotensi berjumpa lagi mulai babak perempat final.
Format baru kompetisi membuat sejumlah laga ulangan terjadi lebih cepat. Selain Manchester City kontra Real Madrid, pertandingan lain yang kembali terulang adalah Newcastle melawan Barcelona serta Galatasaray menghadapi Liverpool.
Sementara itu, Madrid sebelumnya juga bertemu Benfica sebelum kembali berhadapan di fase gugur.
Guardiola mengakui perubahan format kompetisi menghadirkan nuansa berbeda dibanding musim-musim sebelumnya.
Menurutnya, situasi tersebut memang terasa tidak biasa, tetapi merupakan bagian dari evolusi kompetisi yang harus diterima semua tim.
Ia menilai sepak bola modern menuntut adaptasi, sama seperti di liga domestik maupun turnamen piala yang memungkinkan tim saling berhadapan beberapa kali dalam satu musim.
“Undian Madrid tetaplah undian Madrid. Kami hanya bisa menerimanya,” ujar Guardiola.
Jika Manchester City mampu melewati hadangan Real Madrid, mereka berpeluang menghadapi Bayern Munich atau Atalanta di babak berikutnya. Bahkan, kemungkinan duel melawan juara bertahan Paris Saint-Germain dapat terjadi di semifinal.
Meski di atas kertas jalur yang ditempuh City terlihat lebih berat, Guardiola menolak anggapan adanya undian mudah di Liga Champions. Ia menilai semua tim memiliki kualitas dan karakter permainan yang berbahaya.
Menurutnya, kompetisi elit Eropa selalu menghadirkan tantangan besar, sehingga setiap tim harus siap mengalahkan lawan terbaik jika ingin melangkah jauh.
“Jika ingin lolos di kompetisi ini, Anda harus mengalahkan tim-tim terbaik. Jika tidak, Anda memang belum pantas,” tegasnya.



















