TOPMEDIA – Liga Primer Inggris kembali menunjukkan wajahnya yang paling kejam. Dua raksasa kandidat juara, Liverpool dan Manchester City, harus menelan pil pahit setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna akibat gol dramatis lawan di menit-menit akhir yang krusial pada pekan ke-20 Liga Primer Inggris, Minggu (4/1/2026) malam waktu setempat.
Hasil imbang ini menjadi kerugian besar bagi kedua tim dalam upaya mereka mengejar Arsenal yang makin kokoh di puncak klasemen. Liverpool tertahan di peringkat keempat, sementara City gagal memangkas jarak secara signifikan dengan sang pemuncak.
Di Stadion Craven Cottage, Liverpool sejatinya sudah menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Harry Wilson di menit ke-17, skuad asuhan Arne Slot bangkit di babak kedua. Florian Wirtz menyamakan kedudukan pada menit ke-57 sebelum Cody Gakpo merayakan golnya dengan melepas jersey karena tampak seperti gol kemenangan karena pertandingan sudah memasuki masa injury time (90+5).
Namun, euforia bangku cadangan Liverpool hanya bertahan dua menit. Pada menit ke-90+7, Harrison Reed melepaskan tembakan jarak jauh yang gagal diantisipasi kiper Allison Becker. Skor 2-2 menjadi penutup laga yang penuh sesak dengan drama plot twist tersebut.
Bagi Liverpool, tambahan satu poin ini membuat mereka mengoleksi 34 poin dari 20 laga. Namun, jarak 14 poin dari Arsenal menjadi alarm keras bagi ambisi juara mereka musim ini. Sebaliknya bagi Fulham, hasil ini merupakan suntikan moral yang membawa mereka naik ke peringkat ke-11.

Skenario serupa menimpa Manchester City di Stadion Etihad, beberapa jam sesudahnya. Menjamu Chelsea, tim asuhan Pep Guardiola mendominasi babak pertama. Meski Erling Haaland berkali-kali meneror gawang Filip Jorgensen, City baru bisa memecah kebuntuan di menit ke-42.
Gelandang asal Belanda, Tijjani Reijnders, membawa publik Etihad bersorak setelah tendangannya gagal dibendung Jorgensen. Namun, City gagal membunuh laga lebih cepat dengan mencetak gol kedua. Kealpaan ini dibayar mahal pada menit ke-90+4.
Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, menjadi mimpi buruk bagi Gianluigi Donnarumma. Memanfaatkan bola muntah (rebound) di dalam kotak penalti, pemain Timnas Argentina tersebut menceploskan bola yang mengubah papan skor menjadi 1-1.
Pada waktu yang tersisa, kedua tim berupaya untuk mencari gol kemenangan, akan tetapi hingga wasit meniupkan peluit panjang, skor imbang tetap bertahan.
“Sepak bola Inggris selalu tentang ketahanan hingga detik terakhir. Kami kehilangan kontrol di saat-saat paling krusial, mungkin ini menjadi evaluasi yang akan dipikirkan para manajer malam ini,” komentar di siaran langsung Liga Primer ini.
Hasil imbang yang dialami dua rival terdekat ini bak kado awal tahun bagi Arsenal. Manchester City kini tertahan di posisi kedua dengan 42 poin, berselisih enam poin dari Meriam London. Sementara Chelsea masih tertahan di peringkat kelima, terus membayangi zona Liga Champions dengan selisih tiga poin dari empat besar.
Ketidakmampuan City dan Liverpool menjaga keunggulan di menit-menit akhir menegaskan bahwa konsistensi pertahanan di fase akhir pertandingan akan menjadi penentu siapa yang layak mengangkat trofi di akhir musim nanti. (*)



















